Max-R Limosin Pernakan Amerika dan Jepang

Kamis, 3 April 2014 | 09:30 WIB



Jakarta -  Tentu ada yang penasaran dan bertanya-tanya, apa platform yang dipakai pada Max-R yang menerima penghargaan dari MURI. Seperti diceritakan oleh Andre Mulyadi, punggawa rumah modifikasi Signal Kustom Built dari Bandung, bahwa sedan limosin terpanjang di Indonesia ini menggunakanOpel Blazer.

Desain eksterior menggabungkan seni free hand pinstripping dan realis graphic, hasil seniman terbaik Jaz Wong dari Malaysia dan Fahmi dari Freeflow Art. Seni airbrush bermotif burung elang yang gagah merefleksikan ketajaman konsep dan ide Max-R.


“Tingkat kesulitan dalam pengerjaan mobil ini cukup tinggi sehingga waktu pengerjaannya sempat molor jadi 1 tahun. Padahal prediksi saya maksimal 8 bulan,” jelas Andre Mulyadi kepada Otpomotifnet.com. 

Pengerjaan awal mengubah secara fundamental sektor rangka dengan dibuat lebih panjang.  Trek axle dibuat menjadi 3 bagian dengan tiga tahap pengerjaan. 

Untuk bodi, semula Andre coba mengandalkan fiber, namun hasilnya kurang sempurna. Dari pengalaman itu didapat formula yang tepat dengan mengkombinasi serat fiber, karbon, dan pelat baja. 


Mengingat bodi mobil cukup panjang dan bobot bertambah, tentu tidak bisa melesat cepat jika masih mengandalkan mesin standar Blazer. Jantung pacu asli diganti milik Toyota Aristo 2JZ VVT-i berkapasitas 3.0L. Itu pun masih belum cukup. Untuk mendongkrak tenaga ditambah dengan twin-turbo.

Penggantian dan penambahan tenaga membuat ruang mesin diubah lantaran dudukan mesin ikut berubah. Hasilnya, tenaga meningkat tajam dari 165 dk menjadi 450 dk. (Mobil.Otomotifnet.com)