Mitsubishi Lancer Evo IX 2005, The Clean Machine

billy - Jumat, 12 Juli 2013 | 07:03 WIB

(billy - )


Sudah jadi tabiat Ferdi sejak kecil, segala sesuatu yang menjadi miliknya harus selalu dalam kondisi resik dan rapi. Kebiasaan ini terus berlangsung hingga kini, ketika Ferdi gemar memodifikasi mobil kencang.

Sehebat apapun modifikasi sebuah mobil yang sedang dikerjakan bersama sohibnya Luckas Dwinanda dari Engine+, segala aspek harus bersih dan rapi. “Istilahnya harus enak dilihat mata,” papar Ferdi.

Sense of Art

Makanya Mitsubishi Lancer Evo IX versi GSR keluaran 2005, tak ubahnya The Clean machine. Dari ujung bumper depan hingga ujung diffuser belakang tak ada satu pun cat gompel atau gores.

Uniknya lagi, tak cuma bagian eksterior saja yang membuat lalat terpeleset saat hinggap di Evo IX. Kabin mesin beserta isinya pun dalam kondisi kinclong. “Jangankan tetesan oli, debu pun sulit ditemukan pada sekujur mesin 4G63-T stroker versi Jun ini,” bisik Luckas yang juga clean freak ini.

Padahal kalau mau lihat spesifikasi mobil, Lancer milik Ferdi sudah terbilang gahar dan tak layak dibilang mobil harian. Bagaimana tidak, mobil beraliran street sleeper yang tak beda dengan GSR versi pabrikan, ternyata berkekuatan 869 dk (on wheel)!

Artinya, sedan 4 pintu yang masih enak dipakai untuk harian ini mampu menorehkan elapsed time 9-10 detik di trek 402 meter. “Mengerjakan proyek ini tak sebatas memiliki ilmu tuning mesin melainkan harus memiliki sense of art juga,” jelas Luckas.

Makanya bisa terlihat penempatan alat, peranti pendukung hingga parts kompetisi yang sangat serasi dan tertata dengan baik. “Kalau ada parts yang bisa disembunyikan, pasti sudah saya umpetin,” kelakar Ferdi.

Sama halnya ketika melongok kabin penumpang, interior tak ubahnya mobil pabrikan yang belum tersentuh rombakan. Padahal segala peranti elektronik seperti ECU Haltech dan controller terpasang di kabin penumpang.

Perbedaan hanya terlihat pada bucket seat dan roll bar tengah merek Sparco yang melintang dari pilar B kiri ke kanan sebagai tempat cantolan seatbelt Takata 4 inci.

Kelainan pada eksterior bisa terlihat pada kap mesin, kap bagasi dan spion yang sudah mengadopsi bahan carbon fiber. Oh ya, pelek yang seolah terlihat menyatu dengan eksterior pun beradaptasi sesuai kondisi lintasan.

Saat mobil dipakai drag race 402 meter, pelek memakai diameter 15 inci keluaran Spinwerks berbahan forged alloy lengkap dengan slick tires. Tetapi bila dipakai harian, pelek pakai ring 18 inci lengkap dengan kaliper dan cakram rem besar.

By the way, Ferdi tak pernah ada kendala menyetir Lancer Evo IX hitam ini dengan pelek besar dan ban bertapak lebar. Sebab power assisted steering masih terpasang di tempatnya dan berfungsi layaknya mobil pabrikan. (mobil.otomotifnet.com)


Data Spesifikasi

Mesin: Jun Auto Stroker Kit (2.100 cc)
Turbo: Garret GTR custom build
Ban: MT drag tyres
Oil cooler: Floek
Intercooler: AMS custom build
ECU: Haltech
Gearbox: Dog box 5-speed