Tes Produk Jumper Via Power Outlet, Nggak Perlu Buka Kap Mesin

Otomotifnet - Kamis, 26 Maret 2015 | 12:01 WIB

(Otomotifnet - )

Jakarta - Usia pemakaian aki pada mobil modern menjadi semakin berkurang, ini karena aplikasi elektronik yang semakin bertambah. Misalnya saja motor penggerak jendela dan spion, power steering elektrik dan HU dengan layar touchscreen. “Sekarang biasanya hanya tahan 1,5 tahun, bisa 2 tahun saja sudah bagus,” jelas Agus Soleh, Service Advisor bengkel resmi Hyundai Pondok Indah.

Efeknya, tak jarang mesin mendadak tidak dapat di-starter akibat aki soak. Kalau sudah seperti ini, akan repot untuk menyalakan lagi karena membutuhkan mobil lain sebagai donor listrik. Bila sudah ketemu pun, masih perlu buka kap mesin keduanya untuk mencolok kabel jumper ke aki.

Nah, berkat perkembangan teknologi, kini muncul produk yang mempermudah cara kerja jumper konvensional, hanya dengan mencolok ke pemantik kabin yang akinya soak dan ke mobil yang masih sehat. Keuntungannya, metode ini sangat praktis karena tidak perlu membuka kap mesin dan tak harus mencari kutub aki mana yang tepat untuk di-jumper.

“Rangkaian internal dari produk ini memungkinkan arus dari aki mobil yang masih baik, dialirkan ke yang sudah soak via lighter, karena diciptakan beda potensial antar kutubnya,” jelas Amien Rahardjo, dosen teknik elektro Universitas Indonesia.

OTOMOTIF pun mencoba metode ini menggunakan produk lansiran Krisbow, berupa kabel 4 meter dengan soket pemantik kabin pada tiap ujungnya. Produk seharga Rp 229 ribu ini dicoba pada Hyundai Sonata yang akinya sengaja diganti dengan yang sudah soak. Yuk, simak detail penggunaannya. • (otomotifnet.com)



Soket dengan indikator LED pertama dicolokkan ke pemantik kabin mobil dengan aki soak. Keadaan kunci harus pada posisi ACC. Ketika dicolok, soket pada ujung yang lain tidak boleh menyentuh bodi mobil. “Soket yang sudah menempel mengalirkan arus yang cukup besar, sehingga akan berbahaya ketika ujung yang lain menyentuh konduktor karena arusnya akan dialirkan ke permukaannya dan rawan menyetrum,” jelas Amien. Indikator LED akan menyala warna merah menunjukkan kondisi aki yang sudah lemah.



Soket pada ujung yang lain dicolokkan pada pemantik kabin dengan kondisi kelistrikan yang masih normal, kemudian mesinnya dinyalakan. Kabel jumper ini akan mulai mengisi muatan baterai aki yang sudah lemah. Sayangnya karena panjang kabel hanya 4 meter, posisi mobil pendonor perlu berada persis di samping mobil yang mogok.



Setelah sekitar 6 menit, indikator LED di soket mobil yang akinya soak akan berubah menjadi warna hijau, menandakan kondisinya sudah cukup baik untuk dinyalakan. Tombol start engine kami coba tekan, dan bruumm... Akhirnya mesin sudah bisa menyala lagi. Mudah rasanya tanpa perlu membuka-buka kap mesin dan memasangkan kabel pada kutub aki.



Sesuai petunjuk di buku manual kabel jumper yang digunakan, waktu yang digunakan untuk mengisi baterai aki hingga dapat di-starter bervariasi, tergantung kapasitas mesin dan jenisnya. Semakin besar kapasitas mesin, maka semakin lama waktu untuk mengisinya. Begitu juga mesin diesel. Waktu anjuran untuk mesin diesel diatas 2.000 cc adalah sekitar 10 menit.