VW Beetle Black Turbo, DNA Baru Lebih Maskulin

billy - Rabu, 27 Maret 2013 | 09:34 WIB

(billy - )


Jika melihat sosok ini sepintas, yang ada dipikiran, ah pasti mobil VW, modelnya VW Beetle (di sini disebut VW Kodok). Tepat, hatchback compact ini ciri khas VW dan masih kental aura Beetle. Namun, lebih tepat disebut VW Beetle abad 21. Sebab, memiliki DNA baru dibanding pendahulunya, lebih maskulin dan dinamis.

IMBANG

Tahun lalu, VW Beetle memperkenalkan edisi khusus Black Turbo, yang pada penampilan perdana di Amerika hanya dibuat 600 unit. Kini, hatchback itu sudah hadir di Indonesia, dimasukkan oleh Terminal Motor, sebuah IU di Kelapa Gading, Jakut.

Tak dipungkiri, Beetle adalah legenda. Mobil ini punya banyak cerita dan sudah jadi ikon dunia. Insinyur VW pun bekerja keras mewujudkan impian. Mereka harus mengembangkan mobil berteknologi tinggi yang masih terjangkau, terintegrasi teknologi masa kini dan tentu saja menciptakan dampak lingkungan yang rendah. Kepala desainer VW menyebut desainnya benar-benar baru.

Didominasi tampang yang lebih sporty, kap mesin lebih panjang, kaca depan digeser jauh ke belakang dan memiliki kemiringan lebih curam. Tampangnya langsung jauh beda.

Jika New Beetle (generasi sebelumnya dan produksinya dihentikan pada 2010) didefinisikan oleh tiga semi-lingkaran (depan, belakang dan kubah atap), model baru telah melanggar definisi itu. Profil atapnya benar-benar rendah.

Dimensinya juga berubah, lebar 1.808 mm (84 mm lebih lebar), tinggi 1.486 mm (12 mm lebih rendah) dan panjangnya 4.278 mm (lebih melar 152 mm).

Karakteristik Beetle terlihat dari bentuk lampu depan bulat, namun sudah menggunakan bohlam bi-xenon dengan daytime running lights LED. Begitupun bentuk kap mesin dan spoiler di belakang.

Varian Black Turbo punya berbagai pilihan mesin. Terminal Motor mendatangkan mesin bensin 1.4 TSI dan 2.0 TSI. Khusus untuk mesin 2.0 TSI dibuat eksklusif dengan model sport. Dibekali dapur pacu 2.000 cc turbo bertenaga 200 dk, dipadu transmisi otomatis 6-percepatan DSG.

Performa sedan dua pintu dengan empat tempat duduk ini, diklaim hanya butuh waktu 7,5 detik ketika dipacu dari 0-100 km/jam. Kecepatan tertinggi yang bisa diraih yakni 222 km/jam.

Mengenali varian, bisa dilihat dari bagian samping bawah yang dihias stiker, pelek pakai ukuran 19 inci, rumah kaca spion hitam mengilap dan knalpot ganda.

Di interior, jok depan model sport, dasbor dan panel pintu diberi aksen hitam mengilap, pedal aluminium, sudah menggunakan keyless entry.

Wuih..

VW Beetle GT 1.4 TSI


Jika varian 2.0 TSI dirasa cukup tinggi, ada pilihan lain yaitu Beetle GT 1.4 TSI. Secara kasatmata desainnya sama, tetapi banyak bedanya. Misal dari tampilan ekterior, Beetle edisi Black Turbo dibekali pelek ukuran 17 inci, motif jari-jari peleknya pun beda.
Rumah kaca spion mengikuti warna bodi, atapnya dilengkapi panoramic sunroof yang dapat digeser dan diangkat. Knalpotnya ganda namun satu tempat.

Melirik ke kabin, panel pintu, dasbor dan kemudi, kelirnya senada dengan bodi. Di bagian tengah dasbor, diberi instrumen turbo boost dan suhu oli. Jok dilapis kulit dan tidak ada fitur keyless entry, untuk menghidupkan dan mematikan mesin masih menggunakan kunci.

Lainnya sama dengan mesin 2.000 cc, misal sistem audio TCD 510 dengan monitor layar sentuh 6,5 inci, dapat memutar MP3/6 CD-changer dan berbagai multimedia serta didukung 8 speaker. (mobil.otomotifnet.com)