Perencanaan Keuangan Mudik, Dirinci Supaya Nggak Tekor

Otomotifnet - Senin, 20 Juli 2015 | 10:07 WIB

(Otomotifnet - )




Mudik ataupun liburan Lebaran bersama keluarga tercinta memang mengasyikkan. Namun penting untuk melakukan manajemen keuangan agar anda tidak terbebani pascamusim libur Lebaran

Jakarta
- Pengeluaran keuangan tekor ketika libur Lebaran berakhir adalah suatu hal yang tak ingin dialami. Walaupun hal ini sering terjadi karena saat berlibur acap tidak tersadari soal pengeluaran dana. Perhitungan terkait pengeluaran uang tidak hanya mencakup keperluan dasar saja, perlu dipersiapkan anggaran buat kebutuhan tidak terduga.

“Manajemen keuangan yang efektif terbagi atas tiga besar. Pertama uang perjalanan, mencakup uang transpor dan uang siaga bila terjadi masalah dengan kendaraan. Kedua, uang kegiatan mudik yakni uang yang disiapkan selain transpor dan uang siaga.

Ketiga, uang setelah mudik adalah uang yang harus disediakan saat kita pulang mudik. Ini penting karena kita masih harus menjalani hidup setelah mudik,” terang Eko Endarto, selaku Financial Planner dari Finansia Consulting.

Perlu siasat jitu yang mempermudah kontrol pengeluaran keuangan. “Caranya dibuat mudah saja, setiap bagian harus dipisah pertanggungjawaban serta orang yang memegangnya. Misalnya alokasi uang untuk transportasi dan akomodasi selama perjalanan dipegang oleh suami.

Kemudian uang kegiatan selama mudik atau liburan dipegang oleh istri. Kemudian uang setelah mudik diamankan di rekening bank,” lanjutnya.



Penggunaan kartu kredit sesuaikan prioritas kebutuhan

Buat Penjatahan

Perjalanan liburan tetap butuh perencanaan yang obyektif menggambarkan bagaimana 'arus kas' berjalan selama masa liburan. Seperti yang dicontohkan Eko. “Buat penjatahan untuk masing-masing hari. Misalnya biaya transpor untuk 2 hari adalah Rp 1 juta, maka siapkan uang Rp 500 ribu untuk 1 hari.

Catatlah semua pengeluaran, sehingga di akhir hari bisa dikalkulasi sesuai target pengeluaran,” rinci Eko. Jangan lupa, meski sedang berlibur, tetap butuh batasan anggaran. “Misalnya untuk pengeluaran di bawah Rp 500 ribu bisa pakai uang tunai, namun untuk pengeluaran di atas Rp 500 ribu gunakan kartu ATM. Hal ini untuk mempermudah pemantauan pengeluaran.”

Boleh Pakai Kartu Kredit?

Tidak ada yang melarang pemakaian kartu kredit saat berlibur, namun tetap harus terpantau ketat. Jangan mudah terpancing berbagai promosi penggunaan kartu kredit dari penyedia kartu kredit. Kalaupun tetap akan menggesek kartu, prioritaskan pada kebutuhan misalnya buat deposit pembayaran hotel.

Perhitungkan dana yang digunakan dari kartu kredit akan ditagihkan kemudian hari. Mudahnya, ambil contoh, alokasi dana yang akan dikeluarkan lewat pemakaian kartu kredit sebesar Rp 6 juta dari total anggaran berlibur sebesar Rp 10 juta.

Menurut Belinda Ganda, Promotion & Communication Group Business Consumer Card PT Bank Central Asia (BCA) Tbk, “Bertransaksi menggunakan kartu kredit cukup menguntungkan apabila digunakan secara maksimal dan bijaksana. Diperkirakan sekitar 50% nasabah yang aktif bertransaki menggunakan kartu kredit selama liburan Lebaran.”

Mulai sekarang, atur anggaran berlibur Anda lebih rinci supaya kantong enggak tekor. • (otomotifnet.com)