Setel Rem Belakang Isuzu Phanter LV 2.5, Sampai Bunyi

billy - Selasa, 10 September 2013 | 12:21 WIB

(billy - )


Tak sedikit kecelekaan di jalan disebabkan oleh masalah pada sistem pengereman. Mulai dari rem tidak bekerja optimal hingga blong alias sama sekali enggak mau ngerem. Iiihh.. amit-amit jangan sampai deh!

Padahal, ada beberapa pengecekan yang sebenarnya bisa dikerjakan sendiri di rumah. “Misalnya saat injakan pedal rem kita rasakan terlalu dalam, ada kemungkinan hanya karena setelan rem belakang mulai longgar,” bilang Rudi Hansen, mekanik bengkel OSS di Jl. Panjang No.8A, Kebon Jeruk, Jakbar.

Yuk, OTOMOTIF coba praktikan di Isuzu Phanter LV 2.5 keluaran 2001. Dimulai dari roda belakang bagian kanan.

Mula-mula, kendurkan ke-6 mur pengancing roda pakai kunci roda. Tapi jangan sampai dicopot dulu ya. Kemudian dongkrak sasis di bagian roda belakang sampai roda terangkat.

Baru deh setelah itu cabut semua mur dan lepaskan rodanya dari hub/teromol. Oh iya, dalam menyetel rem belakang ini, rem tangan jangan ditarik ya, biarkan saja dalam kondisi bebas. Untuk keamanan, sebaiknya salah satu ban bagian depan diganjal.

Nah, kata Rudi untuk memastikan apakah setelah rem belakang longgar atau tidak, coba putar teromol pakai tangan ke kiri atau kanan (gbr.1). “Kalau putarannya enteng, bisa dipastikan jarak main kampas mulai jauh,” terangnya.

Jika memang seperti itu, langsung segera buka 1 baut pengacing teromol pakai obeng kembang (gbr.2). Dilanjutkan menarik atau mencabut teromolnya keluar. Maka, akan terlihat deh jeroan rem berikut gigi setelannya.

Namun sebelum melakukan penyetelan, ada baiknya bersihkan dulu ampas atau debu yang ada di seputar kampas rem serta bagian dalam teromolnya pakai angin bertekanan atau kuas yang direndam air sabun (gbr.3).

Jika sudah, ambil obeng min kecil dan tempelkan ujung obeng ke gigi penyetelan kampasnya . “Putar gigi setelannya ke arah dalam sampai terdengar bunyi ‘klik’ (gbr.4). Banyaknya ‘klik’ tergantung kebutuhan,”  tukas Rudi. Untuk memastikan apakah setelannya sudah pas, setelah gigi setelan diputar pasang dulu teromolnya dan coba putar.

“Kalau saat dimasukkan dan diputar teromolnya terasa masih plong, artinya setelannya masih kurang. Patokannya sampai putaran teromol agak seret sedikit,” tambahnya. Kalau sudah pas, rakit kembali semua komponen rodanya seperti semula, lalu lakukan hal yang sama pada roda belakang bagian kiri.

Mudah kan?. (mobil.otomotifnet.com)