Injektor Aftermarket, Mengejar Akselerasi Responsif

billy - Minggu, 17 Maret 2013 | 08:45 WIB

(billy - )


Nosel injektor pada mobil injeksi, ibarat spuyer pada mesin karburator. Kalau mau bikin kencang mobil berpasokan karburator, ya mesti ganti spuyer berukuran lebih besar.

Sama hal mobil berpasokan injeksi, bisa juga dibuat lebih kencang. Caranya, tentu memperbanyak debit bahan bakar. Bisa dengan memanipulasi ECU lewat permainan piggyback atau mengganti keempat nosel injektor versi aftermarket yang memiliki lubang pengkabutan lebih banyak.

Cara terakhir ini diyakini beberapa tuner di Tanah Air bisa membuat mobil melesat tanpa harus mengorbankan bahan bakar. “Di atas kertas, command dari ECU dan pressure bahan bakar di fuel rail tak ada yang berubah,” papar David Ahie yang sudah pasang ke ratusan mobil pelanggannya.

Namun karena jenis dan tipe nosel diganti yang memiliki hambatan lebih tinggi, sehingga waktu buka-tutup lubang injektor jadi lebih lama. Menyebabkan, debit bahan bakar bertekanan yang tersisa di fuel rail bisa tersembur tanpa sisa.

Untuk beberapa mobil yang sudah dipasang injektor aftermarket, terasa akselerasi lebih padat pada putaran menengah hingga atas. “Pemilihan injektor yang pas untuk mobil tertentu harus lewat riset sekaligus trial and error,” papar Ahie lagi.

Nosel yang tersedia pun memiliki keragaman bentuk dan spesifikasi. Hampir semuanya berasal dari brand terkenal seperti Denso, Keihin atau Aisin yang kemudian dilabel ulang dengan merek Von's.

“Untuk beberapa tipe mobil sudah ada patokannya, sisanya masih dalam riset sampai didapat tipe nosel yang paling cocok,” jelasnya. Sebagai contoh, Suzuki APV Arena yang berkapasitas 1.500 cc dengan nosel injektor berwarna oranye memiliki lubang nosel sebanyak 4 buah.

Setelah diganti dengan injektor berkelir biru merek Denso yang berbodi lebih besar, tarikan menjadi lebih yahud. “Sama-sama lubang empat tetapi hambatannya lebih besar,” jelas Ahie.

Padahal, sebelumnya sempat diuji coba dengan nosel aftermarket berkelir putih yang memiliki 12 lubang pengkabutan. Tetapi, masih kalah enak dengan nosel injektor berkelir biru tadi. “Meski lubang pengkabutan 12 buah tetapi nilai hambatannya tak beda jauh dengan nosel orisinal,” papar Theodorus Suryajaya, tuner Rev Engineering yang juga memasarkan perangkat ini.

Pemasangan pun tak butuh waktu berhari-hari. Selama nosel asli memiliki kesamaan dengan versi aftermarket, bisa langsung pasang. Kalau dimensi nosel lebih tinggi, fuel rail diakali dengan 1-2 buah ring agar bisa ngeplak.

Termasuk soket nosel injektor, biasanya sama persis sehingga bisa langsung tancap. Tetapi kalau ternyata tak sama, tinggal ganti soket yang ada pada wiring sehingga bisa plug n play dengan rumah soket asli.

Biaya yang kudu dirogoh pemilik mobil bergantung dari mobil dan nosel injektor yang tersedia, dengan kisaran Rp 2,2 - 2,5 juta per paket. Sejauh ini, Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, Suzuki APV, Toyota Rush, Daihatsu Terios, Kijang kapsul EFI, Kijang Innova, Suzuki Baleno, Toyota Vios hingga Honda City Type-Z sudah sukses di-upgrade.

Siapa lagi menyusul?  (mobil.otomotifnet.com)