Suzuki Ertiga GL 2012, SQ Bisa, SPL Juga Oke!

billy - Senin, 11 Maret 2013 | 09:04 WIB

(billy - )


Aris Susanto punya alasan tertentu ketika menebus Suzuki Ertiga bertipe mesin K 14B. “Saya pilih Ertiga karena permintaan istri dan anak. Mereka maunya yang kabinnya agak lega,” tutur warga Jati Asih, Bekasi, Jabar ini.

Tak ingin tampil standar, konsentrasi ubahan lebih difokuskan pada interior. Kebetulan, sekeluarga senang dengerin musik. Makanya audio digarap ekstra banyak. Ehh, buntut-buntutnya ruang bagasi malah ‘kemakan’. “Kata istri saya, ini sih sama saja bikin ruang kabin jadi sempit. Tapi anak saya bilangnya keren, hehehe…,” kekeh Aris.

Soalnya, sistem audio yang ia bangun bukan hanya memanjakan telinga, tapi juga dari segi tampilan (komestik). Apalagi setelah dihiasi penerangan neon. “Makin senang deh anak saya,” imbuh member Ertiga Club Indonesia (ERCI) 272 ini.

Pengerjaannya audio serta beberapa aksesori lainnya dilakukan di gerai Surya Mandiri Audio (SMA) di Jl. Swantantra 4 No.50, Jati Asih, Bekasi. Penggawangnya bernama Agus Susilo. Konsep audio yang disodorkan Agus yaitu elegan.

“Jadi karakter setingan audio berada di tengah-tengah untuk pemakaian harian. Maksudnya buat SQ bisa, SPL juga oke. Karena pemiliknya kadang suka dengerin musik-musik lembut, tapi suka juga musik ‘jedak-jeduk’,” tukas Agus.

Makanya pemilihan perangkat audionya, ia kombinasi pakai beberapa brand. “Untuk head unit saya pakai Sony XAV 63 DVD. Nah, biar bisa dapat karakter SPL, saya jejali 2 buah subwoofer Rockford Forstage P3 12 inci. Kalau pakai yang 10 inci, suara bass kurang ngangkat,” terang pria kelahiran 1979 ini.

Kedua sub yang ditempakan di bagasi tersebut dimotori oleh amplifier Performa PC 2500D 2 ch dengan super bass control 0 – 12 dB. Sementara, agar bisa nikmat pula dengerin musik-musik soft, dipercayakan ampli Performa 2400D 4 ch untuk mengakomodir 2 buah speaker split keluaran JBL tipe GT5 650P 6 inci di pintu depan, dan 2 buah speaker coaxial JBL GT5 650C.

Untuk memperkuat vokal, ditugaskan 2 buah tweeter Soundstream 3 inci dan 2 buah ADS 4 inci yang ditempatkan di pilar A. Posisi pemasangannya tumpang tindih dan di-combine antara Soundstream dengan ADS. “Yang Soundstream di sebelah atas. Masing-masing saya arahkan ke tengah, tepat di bawah kaca spion,” jelas Agus.

Namun uniknya, ayah 2 anak yang mengaku sudah 20 tahun main audio ini tidak mengaktifkan speaker di tengah (jok baris ke dua). “Speaker di tengah malah saya matikan. Soalnya Aris saat kongkow-kongkow kerap memutar musik dalam keadaan pintu bagasi dibuka. Jadinya 2 speaker coaxial JBL GT5 650C saya tempatkannya di bagasi, tepatnya di atas sub biar vokal dan suara instrumen terdengar nyata di belakang,” alasannya.

Ooww..gitu toh!. (mobil.otomotifnet.com)

HU DOUBLE DIN HONDA

Ada rencana up grade head unit (HU) mobil kesayangan dari single DIN jadi double DIN? Di pasaran, pilihan HU double DIN seabrek-abrek. Mulai yang murah meriah hingga merek branded.

Nah, kalau punya dana pas-pasan tapi lebih kepincut dengan brand ternama, bisa lirik HU standar Honda Freed, yaitu Alpine tipe CDE-W233E.

HU dengan 2 line large LCD display ini sudah mengusung fitur CD player, MP3, Radio, preset EQ 10 mode, 1 pre out (subwoofer out put selectable), 3 band parametris equalizer serta USB & iPod controler. Out put suara 4 x 50 Watt. Lumayan kan?

Pasaran second-nya sih masih di range Rp 1,6 jutaan. Tapi baru-baru ini salah satu toko audio di kawasan Kelapa GaDINg kecipratan barang over stock nih. Kondisi dijamin gress alias baru.

"Ada garansi resminya dari Alpine Indonesia selama 1 tahun. Gue kasih harga cuci gudang cuma Rp 1,5 juta. Tapi stok terbatas, siapa cepat dia dapat," beber Andri Widjaja, instalatur Bassindo di Jl. Boulevard Barat Raya, Kelapa GaDINg, Jakut (dalam SPBU 34) yang menjajakan HU tersebut.

Tertarik?