Mengenal Eco Mode, Eco mode OEM dan Eco Mode Aftermarket (2)

Otomotifnet - Senin, 22 Juni 2015 | 09:06 WIB

(Otomotifnet - )



Jakarta
- Kalau bicara go green, biasanya yang terbayang langsung menanam pohon atau bahkan penggunaan energi yang terbarukan sebagai pembangkit listrik. Kalau sebelumnya pembangkit listrik memakai batu bara atau minyak fosil, kini sudah mulai dibangun pembangkit tenaga angin, panas bumi bahkan air terjun.

Bahkan kabarnya nih, Indonesia saja menghabiskan 100 milyar kantong plastik untuk kebutuhan sehari-hari. Walau banyak kantong plastik sekarang sudah dibuat degradable alias bisa terurai hanya dalam waktu 1-2 tahun. Terus apa hubungannya sama dunia otomotif dong?

Enggak perlu repot-repot pergi ke hutan atau lari ke pantai. Keren deh, pabrikan sekarang juga sudah banyak yang  ikut program go green loh. Memang, bahan bakarnya masih pakai minyak fosil, walau ada juga versi hybrid atau motor  listrik murni.

Namun, untuk membuat mesin tersebut bekerja lebih efisien, banyak yang menanam fitur Eco.Tak hanya eco mode aktif yang akan membuat mesin langsung bekerja lebih irit, ada yang hanya menampilkan indikator supaya pengemudi bisa berkendara ekonomis.

Kalau pun belum dilengkapi, tenang saja. Masih ada kok perangkat aftermarket yang bisa memaksimalkan kinerja mesin. Mau kan ikut program go green Indonesia. Yuk simak dulu fitur dan cara pakai beberapa eco mode di kendaraan masa  kini. • (otomotifnet.com)



Honda ECON


Tiap masuk ke Honda Civic, Accord, CR-V maupun City, pasti langsung kelihatan fitur ini. Tombolnya bulat, berwarna  hijau, bergambar daun dan bertuliskan ECON. Fungsinya? "Jika diaktifkan, ECON akan mempengaruhi cara kerja mesin, transmisi dan AC secara aktif untuk menghemat konsumsi BBM," jelas Yulian Karfili, Public Relations A. Manager PT. Honda Prospect Motor.



Ketika digunakan benar, ECON dapat  memaksimalkan efisiensi bahan bakar hingga 20%. Pertama, tombol ini mengatur respon throttle dengan membuat akselerasi lebih linear, sambil perlahan menurunkan  kecepatan. Kemudian, transmisi CVT maupun otomatis konvensional juga diatur agar perpindahannya lebih cepat.•





eco mode aftermarket


Selain fitur eco drive bawaan pabrik, ada juga perangkat aftermarket yang membuat pemakaian BBM lebih efisien. Konsepnya, pada mesin bensin perangkat ini akan memperbaiki timing pengapian dan Air Fuel Ratio (AFR), sehingga proses pembakaran jadi lebih sempurna.

“Kalau di mesin diesel, maka yang diperbaiki timing injection, kata Soleh Yusuf dari Sigma Speed di Jl. Gatot Subroto, Jaksel. Namanya piggyback, contohnya Dastek Unichip (Q, Q+ serta Q4). Enaknya pakai piggyback, enggak usah risau kalau mau  ganti mobil. “Bisa dipindah di mobil baru. Tinggal mapping ulang,” sambung pria yang kasih harga di kisaran Rp 5,25-6,25 juta ini.

Awalnya, piggyback untuk menambah performa. Namun dengan pengaturan timing yang pas dan AFR sesuai, maka hasil  akhirnya pemakaian bahan bakar lebih irit. Selain itu, ada juga throttle controller. Dengan mengontrol buka tutup throttle, alat dari Taiwan berlabel Free Power ini bisa diandalkan.

Ada 3 mode pada produk yang dibanderol Rp 2 juta ini, yakni Eco, Sport dan Normal. Khusus untuk setingan Eco,  terbagi menjadi 7 level. Saat mode Eco diposisikan pada level 1, bukaan throttle jadi lebih responsif dari bawaan pabrik.

“Tapi semakin tinggi levelnya, maka bukaan throttle jadi lambat dan itu yang membuat pemakaian bahan bakar jadi  tetap irit,” jelas William Hardjanto, dari W7 Carsmetic di Cengkareng, Jakbar. Sayangnya saat ini baru tersedia untuk Mazda CX-5, itu karena kabel menuju on-board diagnostic baru tersedia untuk unit tersebut. •