Wawancara Eksklusif AM Hendropriyono, Sang Pemilik Baru Esemka

Otomotifnet - Kamis, 23 April 2015 | 07:09 WIB

(Otomotifnet - )



Proyek Esemka nampaknya akan menemui ‘titik cerah’. Langkah awal dari rencana besar

Jakarta - Ramai diberitakan banyak pihak swasta yang berniat bekerjasama dan mengucurkan investasi untuk pengembangan Esemka. Tetapi ternyata sampai saat ini belum terealisasi. Kabarnya belum ada respon dari pihak Esemka.

Ternyata ada kabar mengejutkan lainnya.Saat OTOMOTIF melakukan wawancara eksklusif dengan AM Hendropriyono di bilangan Senayan, Jaksel beberapa waktu  lalu (20/4), mantan komandan Badan Intelijen Negara (BIN) ini menyatakan perusahaanya sudah mengambil alih Esemka untuk membuat mobil nasional.

Pria kelahiran tahun 1945 ini sempat melambung namanya lantaran diberitakan media berniat menggarap mobil nasional bersama dengan Proton Holdings Bhd . Nah, OTOMOTIF berkesempatan berdikusi tentang beberapa hal

menarik yang akan dilakukannya di dunia otomotif. Tanah Air. Salah satunya adalah soal Esemka. Berikut  wawancaranya. • (otomotifnet.com)


OTOMOTIF (OT)

“Anda ingin melanjutkan program mobil nasional dengan menggandeng Proton, lantas bagaimana dengan Esemka?

HENDROPRIYONO (HP)
“Tim saya sudah bekerjasama dengan Esemka, coba lihat kartu nama saya tadi. Di situkan tertulis nama Esemka,  coba dibaca dulu.... Orang yang enggak ngerti aja pada celometan. (Pada kartu nama tertulis PT Adiperkasa Citra Esemka (ACE). Di bagian bawah tulisan nama AM Hendropriyono tertulis President Director.red)

OT : “Perusahaan Bapak dengan Esemka terlibat apa Pak?”

HP : “Kita gabung... Edi Yosfi sebagai Chairman dan saya sebagai President Director, yang lain-lain sahamnya  dipegang teman-teman termasuk Esemka. Makanya pada ribut aja, enggak mengerti tapi pada komentar.”

OT : “Berita yang beredar ada APM mobil yang ingin berkerjasama dan investasi ke Esemka, itu enggak benar dong pak?

HP : “Kasihkan ke saya sini duitnya...kasihkan ke saya. Kalau memang mau invest ya kasihkan ke sini, saya minta uangnya, lumayan kan?”

OT : Katanya sih mau investasi Rp 100 miliar. Memang cukup pak Rp 100 miliar buat investasi?”

HP : “Ya kurang buanget...hahaha....Ya udahlah, capek kita kalau begitu”.

OT : “Berarti sekarang kalau berhubungan ke Esemka lewat Bapak?

HP : “Iya saya, kan saya Direkturnya.”

OT : “Bisa diceritakan pak bagaimana awalnya bisa kerjasama dengan Esemka.”

HP : “Kerjasama ini sudah berjalan beberapa bulan lalu sebelum membuat perusahaan bareng Esemka itu (PT  Adiperkasa Citra Esemka), belum lama.”

OT : “Bisa diceritakan Pak programya akan seperti apa?”

HP : “Menjurus pada satu model dulu, yaitu yang tidak di kota besar. Supaya tidak ikut memenuhi jalanan yang  macet ini, satu. Kedua tidak bersaing sama raksasa-raksasa. Jadi mobil kecil dan harganya juga murah.”

OT : “Seperti mobil LCGC pak?”

HP : “O iyaa...,jangan dibuka-buka dulu...hahaha...Pokoknya low cost-lah. Kan sesuai dengan kondisi masyarakat Indonesia.

(otomotifnet.com)