McLaren Terlalu Gugup Aplikasikan Strategi Pit Stop di F1 Belgia

Bagja - Selasa, 27 Agustus 2013 | 12:27 WIB

(Bagja - )


Selama musim kompetisi Formula 1 2013 berlangsung, kedua pembalap tim McLaren belum pernah meraih hasil yang kompetitif, seperti finish di zona podium. Tapi Jenson Button merasa bahwa kesempatan finish mereka bakal lebih baik jika yakin dengan strategi satu kali pit stop saja.

Sayangnya dalam aplikasi strategi pit stop, tim merasa terlalu gugup melihat banyak rivalnya melakukan pit stop. Apalagi di stint pertama, dimana Button menganggap bahwa penggunaan ban di mobilnya bisa ia maksimalkan untuk sekitar 20 lap.

“Tim merasa terlalu gugup ketika pembalap lain sudah melakukan pit stop di stint yang pertama padahal rencananya kami ingin pakai strategi 1 kali pit stop. Hal ini wajar, karena beberapa pembalap yang sudah melakukan pit stop memang langsung tampil maksimal menyusul kami,” jelas Button.

“Akibat terlalu cepat melakukan pit stop, makanya kami harus mengaplikasikan strategi 2 kali pit stop. Meski sempat berpikir untuk tetap melakukan strategi 1 kali pit stop, tapi itu tak mungkin karena ada tambahan 12 lap dari perkiraan lamanya penggunaan ban kompon keras. Lebih baik pakai strategi 2 kali pit stop ketimbang tersusul di akhir balapan,” umbarnya.

Alasan Button untuk mencoba strategi pit stop berbeda, cukup masuk akal. Mengingat karakter mobil McLaren tahun ini, dirasakan tidak terlalu rakus menggunakan kompon ban. Jadi mereka bisa lebih lama berada di lintasan. Apalagi jika temperaturnya memang tidak terlalu panas. (otosport.co.id)