Peserta Jogjakarta Off-Road Challenge 2014 Membludak!

Sabtu, 31 Mei 2014 | 13:33 WIB


Gelaran JORC (Jogjakarta Off-Road Challenge) yang digelar Jumat (30/5) sampai Minggu (1/6) ternyata mendapat respon positif dari partisipan offroader yang ikut. Buktinya adalah jumlah partisipannya, yang ternyata membludak, alias lebihi target awal.

Event off-road yang merupakan agenda tahunan IOF pengda DI Yogyakarta dan dilaksanakan oleh komunitas We Love Jog4x4karta Community itu, diikuti 54 team atau 165 jip.

“Peserta terjauh dari Tanjung Pinang dan kalimantan Balikpapan. Jawa, Bali. Awalnya kami hanya menargetkan 40 team saja. Karenanya mereka sudah sampai ke sini, kami buka lagi. Makanya sampai perlu membagi 2 lokasi trek country roadnya serta membagi masing-masing 27 team. Trek A masuk melalui Gedangsari dan trek B Paliyan. Hari Sabtu (31/5)kami tukar treknya. Jadi masing-masing team merasakan trek A dan B,” bilang M. Rizal Umarela selaku ketua panitia gelaran sembari menambahkan jarak masing-masing trek itu 60 km.

Seremonial start dilakukan di alun-alun, tepatnya di halaman kantor bupati Wonosari. Sedangkan finish dilakukan di lapangan Kodim Wonosari. Selanjutnya, off-roader bermalam di situ.

Soal bumbu treknya juga mantap. Tahu sendiri daerah Wonosari kaya akan alamnya yang eksotis. Hampir 80 persen berhubungan dengan sungai, bebatuan, akar pohon, lumpur, ceruk v dan macam-macam. Intinya memang membutuhkan kesiapan off-roader. Baik itu jipnya yang mesti dilengkapi peralatan recovery wajib seperti winch, penerangan yang memadai, juga logistik masing-masing.

Selain itu soal menjaga lingkungan juga mesti dipahami. Makanya di buritan masing-masing jip mereka, terdapat kantong plastik yang disiapkan untuk tempat sampah.

Melihat dari mbludaknya partisipan, sebuah bukti lagi adventure offroad yang mengedepankan country road masih diminati off-roader. Namun tak mudah juga buat panitia selenggarakan even begini. “Tantangannya kendala mencari lahan yang masih siap dipakai CR, saat ini sudah tak mudah apalagi di Jawa. Pasalnya sudah banyak perumahan. Juga kendala interaksi ke masyarakat, bila lingkungannya akan dilalui. Jadi kalau enggak pintar-pintar atasi itu akan kesulitan,” tutup Ical sapaan akrab M. Rizal Umarela. (otosport.co.id)