Harley-Davidson Sportster, Bratstyle Bergaya Ducktail

billy - Minggu, 26 Februari 2012 | 10:26 WIB

(billy - )


Bagi Franky el Zrenk Mori dari Yasashii Garage Bandung, H-D Sportster, punya sisi keunikan. Bodi cenderung langsing, mantap untuk dijadikan torehan lelaku customized. Yap, sesuai ciri khas karyanya yang cenderung kepada estetika yang rideable, ringkas secara ergonomi, detail dan terkesan nggak berat.
     
Estetika modifnya terpengaruh selera umum brothers di Street Demon. Komunitas non struktural yang sangat eksis di Bandung juga deerah lain. Komunitas ini punya imej khusus buat para two wheeler. Sangat fashionable, up to date, detail juga kompak plus serius urusan modifikasi.

Yang jadi perhatian mereka, motor harus lincah dalam kota, simpel tapi tetap elegan juga mewah. "Kayak motor ini, disasar bergaya bratstyle," buka Franky. Apresiasi ada pada taste sang builder. Kejelian pada langkah modifikasi, bermain efek gelap-terang, simplisitas, skill painting, pilihan bahan penunjang variasi dan gaya padat tapi enggak terkesan berat.

 Roda roda enggak terlalu besar (kiri) - U bar disempurnakan sok genuine yang diperpendek (kanan)
Ambil contoh, mereka enggak perlu menchop rangka utama Sportster. Tapi, tetap dapat nuasa old classic dalam genre braty. Di sisi lain, mereka juga kreatif melakoni handmade di beberapa bagian penting. Sasis Sportster enggak banyak alami chop, tapi bermain di sektor lain. Tangki ala braty, jadi kosep utama ditemani setang U Bar tanpa riser. Dari sini saja bentukan utama motor sudah kelihatan.

Pilihan tangki mungil dan setang U bar handmade bikin motornya padat.Sipnya, bagian depan makin dibuat rapat.Franky `menguncinya` lewat pemedekkan sok depan genuine sampai 5 cm. Ini tipikal urban rider yang lagi ngetrend.

Pemendekkan sok menjadikan roda depan jadi sangat dekat dengan T bawah motor. Enggak banyak ruang tersisa di sektor ini. Pilihan diameter roda 19 inci terlihat pas. Apalagi alur bannya salur, khasnya traditional choppers! Apalagi sengaja enggak pakai sepatbor depan supaya estika ol skoolnya makin kelihat.

Lanjut ke belakang tangki, Franky terus eksplorasi lewat jok single seat khas Yasashii. Gandrung old style, jok terbungkus kulit motif kulit gajah plus sok konvensional klasik yang stylish.

Diteruskan sepatbor khas choppers era 70-an. Si buntut bebek alias ducktail. He..he.., tentunya ducktail ala Yasashii, dirancang mungil dan pendek, hanya setengah ban.Tujuannya jelas, desain ini tetap bikin profil roda belakng lebih nongol. Congratz!

HITAM, GOLD DAN SENTUHAN KULIT

 
Gradasi gelap terang. Hitam, gold dan sentuhan kulit
Paling enggak ada 3 kelir dominan yang jadi kekuatan motor ini. Unsur warna gelap, sentuhan gold di beberapa bagian dan sentuhan kulit yang enggak cuma di jok, tapi di  handgrip juga pijakan kaki.

Engine cover keemasan di dua  knalpot, cover accu juga tutup saringan karbu jadi aksen yang asyik dinikmati. Apalagi ia kreatif menuntaskan nuansa gold tadi di tiap ujung knalpotnya.

Harmonisasi itu bikin efek gelap terang, lux tapi enggak poser. Mampu jadi kesatuan karakter yang khas. Di soal ini Yasashii berhasil mewujudkannya.(motorplus-online.com)

 DATA MODIFIKASI
Ban depan : Dunlop 4,00x19
Ban belakang : Shinko 4,x16
Karbu : S&S
Headlamp : Aftermarket