Honda BeAT, Back to Basic Horeee...

billy - Sabtu, 6 Agustus 2011 | 12:27 WIB

(billy - )


Honda BeAT geberan Aji Marongpong ini juara 2 di gelaran akbar  MOTOR Plus Indonesian Super Matic Race dua minggu lalu. Tepatnya di sirkuit stadion Kanjuruhan, Malang.

BeAT andalan Marongpong ini juga juara 1 di seri I Bandung lalu. Acaranya juga dipentas malam hari. Namun di seri II Lampung dan seri III Bekasi tidak naik podium. Apakah karena punya jiwa keberuntungan macam kalong? Jadi juara kalo balap malam?

Menurut Boday alias Nurmin sang mekanik dari Kawahara Racing Team, korekan kembali ke awal. “Menggunakan kepala silinder seperti dipakai di seri Bandung,” jelas Boday yang menggantikan Mariasan Kocek yang cuti itu.

Diameter payung klep yang digunakan yaitu intake 27 mm dan buang 23 mm. BAru kemudian dipadukan dengan per klep Suzuki Smash supaya gesekan jadi ringan. Namun lumayan menguntungkan karena bisa patok lift tinggi.


Dengan ruang bakar juga seperti dulu pakai jenis bathtub. BeAT aslinya punya ruang bakar bentuk seperti kubah, namanya hemi spherical atau hanya membulat. Secara teori, tidak menguntungkan. Karena rasio kompresi dan debit gas bakar yang dihasilkan malah jadi rendah.

Menggunakan ruang bakar bathtub mampu menciptakan debit gas bakar menjadi lebih tinggi. Itu tentu berdasarkan pengukuran menggunakan flowbench.

Paling penting lagi, Boday bisa membuat rasio kompresi tinggi tanpa harus membuat jenong piston yang berat. Apalagi piston diambil dari paket bore up Kawahara cukup ringan. Menguntungkan untuk motor balap.

Jadi kelebihan bathtub ada tiga. Flow besar, piston ringan dan juga kompresi tinggi. (motorplus-online.com) 

DATA MODIFIKASI
Kem : Kawahara dipapas
Roller : Kawahara
Knalpot  : Kawahara
CDI : BRT