KYT Renova, Helm Sanggul Apresiasi Buat Wanita

billy - Kamis, 18 April 2013 | 13:28 WIB

(billy - )


Wanita di dunia berkendara sangat mendapat apresiasi tinggi. Apalagi di Jakarta, yang lalu lintasnya sangat padat dan macetnya pol. Hanya wanita tangguh yang berani menaklukkan jalanan Jakarta dengan motor. Saluut.

Untuk mengapresiasi banyaknya pengendara wanita, PT  Tarakusuma Indah (TI) produsen helm KYT spesial mempersembahkan pelindung kepala yang spesial didesain untuk wanita.

"KYT Renova yang ditujukan untuk wanita baik yang bawa motor atau yang dibonceng memang didesain khusus. Yaitu, dengan sedikit tonjolan di belakang yang berfungsi sebagai tempat rambut atau kunciran," terang Henry Tejakusuma direktur TI.

Tetapi Henry juga menyatakan tipe helm sanggul ini bisa juga dipakai cowok. Karena dibuat dengan 2 versi busa dalam. Yang dipakai untuk sanggul, selain helm menonjol di luar, busa di bagian dalam juga memiliki cekungan.

Sedangkan yang bisa dipakai pengendara cowok, hanya tonjolan helm luar, tetapi busa seperti biasa.

"Kalau buat kuncir pada busa bagian dalam yang sedikit cembung mengikuti lekukan bagian luar helm. Ada sedikit space agar helm tidak terlalu menekan ke kepala," tambahnya.

Untuk pemilihan helm model spesial seperti ini sebaiknya juga mengikuti peruntukannya. Sebab helm dengan cekungan di dalam, otomatis bagian belakangnya akan terasa sedikit longgar jika dipakai tanpa sanggul. Tekanan helm bagian samping sedikit terasa karena menjadi tumpuan tambahan.

"Karena ada lekukan di belakang makanya bagian samping kanan dan kiri jadi pegangan. Sehingga pas dan tentunya juga tetap nyaman dipakai saat berkendara," yakin Henry yang berkacamata itu lagi.

Selain pengendara cewek, mungkin pemakaian helm ini juga pas buat hijaber. Space atau ruang sanggul di helm bisa dimanfaatkan buat variasi kerudung yang sering dipakai hijaber.

Kalau tidak menggunakan sanggul tetapi memakai helm sanggul ini, akan terasa kurang nyaman. Selain bagian belakang longgar, tekanan bagian kanan dan kiri helm ke kepala malah justru bikin nggak nyaman. Karena nggak pas antara bentuk busa helm dan kepala.  (motor.otomotifnet.com)