Safety Riding Wanita, Tanggung Jawab IMI-Pabrikan

billy - Senin, 18 Juni 2012 | 08:42 WIB

(billy - )


 Pelatihan safety perempuan dari honda
Lalu lintas tidak mengenal gender.  Itu artinya, istilah ladies first tidak berlaku di jalanan. Meski wanita, tidak lantas mendapat hak istimewa kala berkendara. Kalau teledor, tetap jadi korban kecelakaan. Demi mencegah meningkatnya jumlah korban laka lantas dari kaum hawa, Agen tunggal pemegang merek (ATPM) motor kudu kerja sama dengan IMI menggelar pelatihan aman berkendara.

Problem korban wantia di jalanan, tidak hanya di Indonesia. Bahkan negara maju seperti Amerika pun tidak luput dari masalah ini. Hanya saja, kita bisa meniru jalan keluar yang mereka lakukan. Yaitu, kerja sama industri motor dan federasi otomotif. Seperti dilakukan di California bulan depan. Program ini dijalankan FIM atas dukungan ATPM.  

Saat ini, beberapa produsen motor sudah sadar akan pentingnya pembelajaran safety buat wanita. Honda misalnya. Mempunyai 18 instruktur wanita yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Instruktur ini terus mendapat pelatihan tambahan untuk upgrade kemampuan.

“Dalam setahun, minimal 5 kali pelatihan tambahan. Misalkan, pelatihan di medan off-road. Ini penting buat perempaun yang tinggal di daerah pinggiran. Infrastruktur jalan belum memadai,” tegas Anggono Iriawan, Manajer Safety Riding dan Motorsports dari PT Astra Honda Motor alias AHM.

Bukan hanya Honda, Kawasaki juga melakukan kegiatan serupa. “Kami sudah menyiapkan dua instruktur wanita. Semuanya sudah menjalani pelatihan safety riding di Jepang. Mereka juga dilatih berkendara motor gede,” ujar Freddyanto Basuki, Manajer Promosi PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI).

Gerakan pabrikan peduli keselamatan wanita ini layak diacungi jempol. Sayangnya, hanya bergerak sendiri. Sebetulnya, bisa bergandeng tangan membina cewek berkndara. Tanpa melihat bendera masing-masing. Tentunya ini bisa terwujud apabila Ikatan Motor Indonesia (IMI) turun tangan.

Toh mereka tidak akan keberatan. “Bila diminta, kami pastikan bisa membantu. Hanya saja, semua infrastruktur untuk itu harus mendukung. Bila itu dijadikan kegiatan rutin, misal di soal lokasi,” tambah Anggono.

Program safety riding buat wanita juga akan dilaksanakan oleh Pengprov IMI DKI. Saat ini, IMI DKI mulai menjaring pengendara cewek dari berberapa kelurahan untuk dilatih berkendara sepeda motor. Andai tujuan mulia ini dikoordinasikan dengan baik oleh IMI dan pabrikan, mungkin akan lebih dahsyat dan terus berjalan. Jadi, bukan cuma hangat-hangat tahi ayam. Kalau sudah nggak hangat ya tinggal baunya doang.  (motorplus-online.com)