Modif All New Honda Jazz RS 2010, Tuning 2,5 Jam

billy - Senin, 25 April 2011 | 08:02 WIB

(billy - )


Jakarta - Apa yang bisa Anda lakukan dalam rentang waktu 2,5 jam? Menonton film misalnya? Melakukan perjalanan dari rumah ke kantor pada pagi hari atau kembali ke rumah malamnya?

Bisa juga menempuh tol dari Jakarta ke Bandung pakai mode santai. Percaya atau tidak, hanya dalam 2,5 jam Anda pun bisa melakukan upgrade performa pada Honda Jazz dan mengail sekitar 40 dk ekstra. Ah masa sih?

Supercharger

Beneran deh, coba tanya pada Luckas Dwinanda Tjandra yang melakukannya pada Honda Jazz RS milik Daniel. "Semua plug and play, pasangnya sekitar 2,5 jam-an deh," bilang tuner dari Engine+ di bilangan Sunter ini.

Apa yang dipasang plug and play? Ternyata sebuah kit bolt-on superchager yang didatangkan dari Negeri Kangguru alias Australia. Supercharger Kit buatan ATG Sprintex datang komplet dan memang didesain khusus buat mesin L15 andalan All New Jazz RS.

Paketnya berupa satu buah supercharger, fanbelt dan tensioner-nya, ekstra injektor dan jalur bensin tambahan plus piggyback yang sudah diisi program dari sono-nya. Karena sudah komplet seperti itu, pemasangannya jadi cepat.

Misalnya, memasang supercharger yang berbeda dengan turbocharger. Peranti ini dipasang pada saluran masuk, tidak seperti turbo yang disematkan pada exhaust.

Supercharger yang datang berbentuk kotak dengan puli penggerak (baca boks). Untuk memasang ke mesin, pemampat udara itu akan ditempelkan pada intake manifold baru yang sudah disiapkan pada kit.

Jadi, tidak tampak lagi tutup mesin plastik bertuliskan i-VTEC. Karena posisinya sudah digantikan dengan supercharger yang menempel pada intake dan dibaut langsung ke kepala silinder.

Semuanya terlihat rapi, karena kotak supercharger itu terhubung langsung dengan throttle body standar. Nah, skep gas asli mobil itu kan berkaitan dengan kotak saringan udara orisinal. Makanya di bagian kanan mesin, semua masih tampak standar.

Semuanya terlihat rapi, karena kotak supercharger itu terhubung langsung dengan throttle body standar. Nah, skep gas asli mobil itu kan berkaitan dengan kotak saringan udara orisinal. Makanya di bagian kanan mesin, semua masih tampak standar.

Memasang supercharger ini juga wajib merangkai jalur suplai bensin tambahan. "Sudah dapat injektor tambahan dari kit, tinggal dicabang dari jalur asli sebelum fuel rail," tambah Luckas.

Kontrol injektor tambahan itu diatur piggyback khusus. Komputer tambahan ini relatif simpel. "Cuma ada lima kabel utama, buat map sensor, crank angle sensor, water thermo sensor, engine rpm, dan power. Sisanya ground dan kabel ekstra injektor," papar pria 28 tahun ini.

Dengan boost 0,4 bar, entakan tenaga mulai terasa sejak 1.500 rpm. "Klaimnya sih 40 dk. Sayang, belum sempat dyno. Kalau mau lebih enak lagi, bisa ganti header," lanjutnya seraya menyebut total biaya sekitar Rp 37,5 juta.

Sekarang, sudah percaya kan? (mobil.otomotifnet.com)