Kunci Pas, Bukan Untuk Membuka Baut

billy - Senin, 28 November 2011 | 08:02 WIB

(billy - )


Hanya untuk menahan
JAKARTA - Bahasa kerennya open end wrench, atau biasa dikenal juga dengan nama kunci pas. Peranti ini menjadi salah satu perangkat wajib yang harus dimiliki mekanik. Bahkan di setiap kendaraan bermotor pabrikan menyertakan perangkat ini di dalam paket tools kit standar. Sayangnya masih banyak yang belum mengerti fungsi dan bagaimana menggunakannya dengan benar. “Peranti ini tidak dipakai untuk membuka baut atau mur,” jelas Edwin Prihadi, kepala bengkel Tunas Toyota Mampang di Jakarta Selatan.

Membuka baut dengan menggunakan kunci pas berisiko menyebabkan kepala baut slek. Hal ini lantaran tidak semua sisi baut ter-cover oleh kepala kunci. Apalagi jika ukuran kunci yang digunakan tidak sama dengan dimensi baut. Berbeda jika menggunakan kunci ring. “Semua sisi kepala baut akan ‘terpegang’ sehingga lebih aman dan mencegah slip,” tambah Edwin.

Fungsi kunci pas biasanya hanya digunakan untuk baut-baut yang tidak terlalu kencang. Jadi setelah awalnya baut yang keras dibuka pakai kunci ring, supaya cepat dan mudah dilanjutkan dengan kunci pas.

Selain itu peranti ini biasa dipakai untuk menahan mur saat baut dibuka dengan menggunakan kunci ring. “Atau kalau terpaksa bisa untuk membuka baut-baut yang berada di lokasi sempit yang kunci ring atau sok enggak bisa masuk,” tambah Soemarno dari bengkel MM Motor di bilangan H. Nawi, Jaksel.

Ukurannya beragam, mulai dari 6 mm sampai 24 mm sesuai dengan dimensi kepala baut yang ada. Biasanya dalam satu kunci pas ada dua kepala di setiap sisinya. Ada yang dua-duanya kunci pas ada juga yang dikombinasi kunci pas dengan kunci ring. Kalau yang dua-duanya kunci pas biasanya memiliki ukuran yang berbeda. Misalnya 8 mm di ujung lainnya 9 mm, kalau 10 mm biasanya berpasangan dengan 11 mm, begitu seterusnya. Sedangkan yang kombinasi pada umumnya memiliki ukuran yang sama. “Seperti jika kunci pasnya 10 mm, maka kunci ring diujung satunya juga 10 mm,” terang Mami, begitu ia minta disapa, dari toko Anugerah Jaya di bilangan Radio Dalam, Jaksel.

Kekuatan kunci pas juga berbeda-beda, tergantung material yang digunakan. Mudahnya bisa diketahui dengan melihat bentuk fisik barang. Jika finishing-nya halus dan bobotnya agak berat biasanya kualitas juga bagus. Beda kalau terlihat kasar dan ringan. Itu biasanya campurannya kurang dan mudah patah. Selain itu bisa melihat tulisan yang ada di bodi perkakas ini. “Yang bagus ada tulisan Chrome Vanadium, tapi jangan lupa periksa finishingnya rapi apa enggak,” lanjut Mami.

Untuk harga tentu berbanding lurus dengan kualitas. Semakin bagus barang biasanya semakin mahal. Contohnya produk Tekiro untuk kunci pas satu set dijual Rp 150 ribu/set (10 buah). Sedangkan yang kombinasi kunci pas dan ring dihargai Rp 200 ribu/set (11 buah). “Bisa juga beli satuan. Biasanya buat yang ukuran kecil (12 ke bawah), produk bagus dijual Rp 15 ribu perbuah. Sedangkan yang kualitas rendah paling Rp 5 ribu,” tutup Mami.  (mobil.otomotifnet.com)