Trik Beli Mobkas Taksi, Teliti Karena Jam Terbang Tinggi

billy - Senin, 6 Juni 2011 | 15:03 WIB

(billy - )


Jakarta - Bagi pembeli mobil bekas taksi di Blue Bird, selalu diberikan history kendaraan tersebut secara lengkap. Misalnya penggantian onderdil penting, hingga bagian vital di mesin. Sehingga pemilik bisa memahami jika suatu ketika ada persoalan pada mobilnya.

Sebagai informasi, setiap bulan, Blue Bird Group melakukan peremajaan terhadap 200-250 unit taksinya alias dipelat hitamkan. Tidak hanya bisa didapatkan di Blue Bird pusat Jalan Mampang Prapatan Raya 60, tetapi juga di 17 pool Blue Bird yang tersebar di Jabotabek.

Walau begitu, Deddy M Adhie, senior service advisor Tunas Toyota Cawang mengingatkan sebelum membeli mobil bekas taksi sebaiknya harus diperhatikan beberapa hal.

"Meski perawatan di Blue Bird relatif bagus, tetapi mobil bekas taksi dengan mobil biasa berbeda. Karena jam terbangnya lebih tinggi. Maka itu harus diperhatikan beberapa hal utama kaki-kaki meliputi lower arm, shockabsorber juga stabilizer-nya. Karena komponen itu sangat  berpengaruh untuk kenyamanan," ujar Adhie.

Pengecekan mesin dilakukan meliputi knalpot sudah ngepul belum, cek kebocoran oli, karena hitam itu perbaikannya agak mahal. Lalu cek rem, tune up disarankan pakai chamber cleaner, atau jet cleaner untuk membersihkan kerak di ruang bakar. Terakhir spooring dan balancing.

Selain itu, lajang 40 tahun ini menyarankan mengecek ECU untuk memastikan kerjanya. “Komputernya masih normal apa enggak serta charging system-nya. Lalu cek emisi, serta jangan lupa penggantian oli secara keseluruhannya dan filternya”.

Kendati begitu, Adhie menyarankan ketika akan membeli mobil bekas taksi sebaiknya mengajak teman yang paham mobil. "Minimal nanti bisa menyarankan ada bayangan untuk perbaikan atau perawatan selanjutnya," tegas pria yang tinggal di Cipinang ini. (mobil.otomotifnet.com)