Pasang Rem Cakram Belakang Bajaj Pulsar 200, Cuma Modal Dua Lobang!

Editor - Jumat, 7 Mei 2010 | 08:21 WIB

(Editor - )

OTOMOTIFNET - Ingin pasang perangkat rem cakram di sektor belakang, terutama pada Bajaj Pulsar 200 DTS-I yang belum dilengkapi peranti ini. Gak usah bingung, kini sudah banyak beredar paket lengkap cakram belakang versi hematnya.

Menurut Derry pada Bajaj Pulsar 200-nya, rem belakang model teromolnya masih kurang yahud, “Sewaktu lagi jalan pulang dari kantor malam-malam, ada angkot berhenti mendadak, pas saya rem belakang masih nyelonong, jadi nabrak deh,” ungkap warga Slipi, Jakbar.

Nah, kisah itu jadi pelajaran baginya. Setelah dapat info dari temannya, pria ini tertarik dengan paketan rem belakang cakram yang ditawarkan Edi Sasmito dari toko Kencana Motor Sport (KMS).

“Pastikan kaliper tetap copotan motor Jepang kalau mau aman. Sebab, kualitas dan kekuatannya sudah terjamin,” buka Edi yang juga pemilik gerai di Jl. Budi Raya No 2B, Kemanggisan, Jakbar.

Tetapi, sebelum pasang, sebaiknya kita tebus dulu satu set perangkat seharga Rp 700 ribu, yang terdiri dari kaliper orisinal Suzuki Satria berikut piringan, master rem, adaptor dan slangnya dari merek sama (gbr.1).


Gbr 1

Gbr 2

Gbr 3

Gbr 4

Masuk ke tahapan pemasangan. Pertama, siapin peralatan perangnya; kunci ring 12, 17, 22 (mm) dan L-6. Kalau sudah, kendurkan dua baut pengait as rodanya dengan kunci 17 sebelah kiri untuk tahanannya dan kunci 22 di sisi kanan sambil memutar berlawanan arah jarum jam.

Setelah as roda dan roda copot dari naungannya, lepas seluruhnya perangkat rem teromol. Setelah itu, pasang adaptor babet dulu. Adaptor ini sebagai jembatan antara pelek dan piringan agar fungsi rem belakang bisa digunakan.

Supaya adaptor terpasang kuat, lakukan pengeboran dua tahap. Pertama, pelek mesti dibor (gbr.2) dan diikat 4 baut panjang dari pelek ke adaptor dengan kunci ring 12. Kedua, adaptor dibor lagi untuk pegangan piringannya dan dipasang 4 baut L gepeng pakai kunci L-6 (gbr.3).

“Pastikan piringan cakram benar-benar lurus. Sebab kalau goyang sedikit saja atau miring, bakalan menggesek kaliper. Jika bergesekan, kaliper bakalan panas, rem jadi macet karena kampas rem nya panas bisa nempel dengan piringan,” lanjut Yanto, mekanik KMS.

Selesai instalasi piringan, saatnya pemasangan master rem (gbr.4). Lokasinya harus dekat pedal rem. Posisinya bisa tegak atau agak rebah. Tapi jangan sampai horizontal, sistem kerja master remnya jadi gak sempurna. “Soal braket kaliper, tinggal plek karena sudah disesuaikan dengan lengan ayun Bajaj,” ujarnya.
Sekarang tinggal rakit ulang semua seperti sewaktu melepasnya, pastikan semua baut terpasang dengan benar dan sempurna.

Penulis/Foto: Pidav / Pidav