Doping 3 DK Buat Honda GL Pro Neotech

Editor - Kamis, 18 Maret 2010 | 15:20 WIB

Doping 3 DK Buat Honda GL Pro Neotech (Editor - )

OTOMOTIFNET - Kendati keberadaannya sudah digantikan Mega Pro, namun pemakai GL Pro Neotech masih berjibun. Itu terlihat masih banyak yang berlalu-lalang di jalanan Ibu Kota.

Namun umur yang sudah uzur, tentu performanya jadi menurun. Nah bagaimana agar performa motor 160 cc ini kembali segar? Seperti banyak diminta otomania lewat email Mr. Testo (mr.testo10@gmail.com).

Tenang, tiru aja gaya Bemo Dwi Aryanto pada tunggangan kesayangannya. Pengerjaan diserahkan pada bengkel Ondols Selatan Motor (OSM)  di Jl. Praja Dalam E No. 35 Gg. H. Maih Kebayoran Lama, Jaksel.

Kelar diutak-atik Nasrudin Kamil, mekanik OSM, GL Pro dites di atas dynamometer merek Dyno Jet tipe 250i milik Sportisi Motorsport di Jl. Cempaka Putih, Jakpus. Catatan paling menonjol dari hasil pengetesan adalah pada kenaikan angka torsi.

Bila dalam kondisi standar 10,2 Nm/6.500 rpm, sekarang menjadi 16,18 Nm/5.400 rpm. Sementara catatan powernya kini nangkring di angka 15,08 dk/7.700 rpm (standar 11,3 dk/8.500 rpm). Wow...

Kenaikan angka torsi dan power pada motor Bemo Dwi Aryanto, tentu meninggalkan sebuah pertanyaan. Apa kira-kira yang sudah dilakukan Chumil, panggilan akrab Nasrudin Kamil? Tenang, mari kita bedah satu per satu.

Doping 3 DK Buat Honda GL Pro Neotech

Kruk as CB, lebih berat!
Doping 3 DK Buat Honda GL Pro Neotech

Piston Tiger coakan klepnya diperdalam

Kruk As
Bawaan motor diganti pakai milik saudara tua, Honda CB 125 yang telah distroke-up 13 mm. Caranya, menggeser posisi big end sebanyak 6,5 mm. Konsekuensinya, saat pemasangan blok silinder mesti ditambah paking aluminium setebal 6,5 mm.

 "Kruk as ini dipilih karena punya bobot lebih besar dari bawaan motor, efeknya jelas, torsi jadi lebih besar. Karena tendangan bandul saat langkah kerja maupun buang lebih besar," terang Chumil.

Piston
Bawaan motor yang punya permukaan jenong diganti pakai milik Honda Tiger. "Dipilih karena permukaannya datar, agar kompresinya tidak ketinggian. Kalau ketinggian tenaga cuma enak di putaran bawah," lanjut bapak berputri satu ini.

Oh iya agar tak membentur klep, coakannya diperdalam 1 mm. Kalau dihitung dengan pemakaian piston standar (63,5 mm), sekarang volume silindernya mencapai 197,83 cc.

Noken As
Mengejar durasi lebih lama dan angkatan lebih tinggi, noken as diganti. "Mengandalkan milik Honda GL Pro CDI atau generasi platina," ujar pria 25 tahun ini. Menurutnya pemasangan juga gampang, hanya membubut dudukan laher disesuaikan dengan laher bawaan motor.

Pengapian
Bahan bakar yang masuk ke ruang bakar sudah banyak, jika tak terbakar sempurna tentu akan mubazir. Nah untuk itu timing pengapian dimajukan 3º. Caranya, menggeser sensor pulser di magnet.

Kopling
Tenaga besar akan mubazir jika kopling selip, untuk mencegahnya pakai per kopling aftermarket yang punya karakter lebih keras. "Pilih yang untuk Tiger ya," tambah pria berkacamata ini.

Part dan jasa


Kruk as+ stroke up + balance
1,3 juta

Piston kit
145 ribu

Las + bubut magnet
85 ribu

Paking alumunium
150 ribu

Noken as merek Yukowino
125 ribu

Bubut piston
125 ribu

Paking full set
125 ribu
Per kopling marathon
75 ribu

Busi Autolite 18 ribu  
Jasa 500 ribu  
Total
2,548 juta

Data performa



standar
Upgrade
Kenaikan
Tenaga
11,3 dk / 8.500 rpm
15,08 dk / 7.700 rpm
3,78 dk
Torsi
10,2 nm / 6.500 rpm
16,18 nm / 5.400 rpm
5,98 nm
OSM
08888150672 / 08121-9492284


Penulis/Foto: Aant / Aant