Feeling Pengereman, Perlu Latihan dan Evaluasi

billy - Selasa, 24 Januari 2012 | 13:00 WIB

(billy - )


Pengereman merupakan hal paling penting saat berkendara. Sayangnya, masih banyak pengendara tidak paham cara atau teknik pengereman yang benar.

Di saat memutuskan belajar motor, hal pertama yang harus kita pertimbangkan untuk menghindari diri kecelakaan adalah bagaimana kita dapat menguasai teknik menghentikan laju kendaraan. Satu-satunya alat yang bisa dengan aman mengurangi laju kendaraan sekaligus menghentikan kendaraan adalah rem.

“Dalam kurikulum training Safety Riding Honda, materi pengereman adalah materi yang pertama diajarkan dalam menu saat berkendara,” ungkap Made Surya, instruktur safety riding dari PT Astra Honda Motor (AHM).

Teknik dalam pengereman yang timbul akibat penurunan kecepatan putaran mesin atau engine brake bisa membantu mengurangi laju kendaraan. “Tapi yang bisa menghentikan laju kendaraan adalah rem. Apabila teknik pengereman sudah dikuasai dan terlatih untuk melakukannya, maka kepercayaan diri akan meningkat dan jarak pengereman bisa lebih diperpendek lagi,” lanjut Made.

Pada saat berkendara di jalan, penting untuk memperhatikan hal-hal lain yang tidak akan kita jumpai seperti pada saat latihan. “Misalnya kondisi jalan yang tidak rata, berpasir, basah, dan sebagainya,” rinci Made.

Dalam latihan, bisa dicoba beberapa pengereman. Made juga memberikan beberapa tips pengereman. Melaju dengan kecepatan 40 km/jam. Saat memutuskan mengerem, lakukan melepaskan putaran gas atau deselerasi.

Kemudian tangan menarik tuas rem depan dengan cara diremas. Dan pada saat bersamaan, kaki kanan harus menginjak rem belakang sebagai penyeimbang.

Tepat saat motor akan berhenti, segera tarik tuas kopling sehingga mesin tidak mati dan dilanjut dengan menurunkan kaki kiri saat berhenti.

Langkah itu dilakukan secara berulang sampai benar-benar dikuasai. Sebagai evaluasi, dengan teknik pengereman yang benar, maka dapat dilakukan pengukuran jarak pengereman “Dengan memberikan marking sebagai tanda jarak di sepanjang lintasan pengereman,” cetus instruktur berpostur tinggi besar itu lagi.

Ingat dalam melakukan pembiasaan ini jangan memaksakan diri mengaplikasikan rem depan sekuat-kuatnya untuk awal latihan. Risiko terjungkal akan didapat apabila feeling dalam meremas tuas rem depan dengan optimal belum dikuasai. Latihan berulang dibutuhkan untuk mendapatkan penguasaan maksimal. (motorplus-online.com)