Gaya Berkendara Aman Di Saat Hujan

billy - Senin, 12 Desember 2011 | 06:17 WIB

(billy - )


Perlengkapan berkendara harus maksimal
Pernah melihat kaki pengendara diangkat atau ditopang pada sasis agar sepatu atau celana tidak basah saat hujan? Mungkin dan pasti sering ya! Kejadian ini jangan sampai dilakukan lagi. Sebab, dengan membela sepatu atau celana agar tidak basah malah berakibat fatal.

Sebab, posisi itu bikin pengendara tidak dalam posisi siap. Refleks pun tidak baik. Bisa jadi karena posisi kaki yang terlalu ngangkat, saat menekan tuas rem belakang jadi terlalu keras. Padahal cuma perlu pengereman sedikit. “Kaki diangkat karena takut kena cipratan air. Feeling jadi kurang,” kata Made Surya, Instruktur Safety Riding dari PT Astra Honda Motor (AHM).

Atau perilaku lain yang kerap dilakukan saat berkendara di hujan. Misalnya, pengendara selalu menghapus butiran air di kaca helm. Karena butiran itu mengganggu penglihatan. Akibatnya tangan refleks menghapus air sehingga jadi kurang kontrol.

Posisi berkendara yang tidak benar itu dengan sendirinya membuat pengendara menjadi kurang antisipatif terhadap kondisi dan lingkungan jalan. “Karena itu, untuk menghindarinya perlu persiapan untuk menghadapi situasi ini,” tambah Reza Novendri, instruktur safety riding main-dealer Honda Aceh.

Made mengaitkan berbagai gaya dan gerakan pengendara ketika di kondisi hujan ini terkait dengan riding posture. “Posisi itu tidak ideal dalam mengantisipasi jika terjadi pengereman ataupun manuver mendadak,” katanya.

Padahal, dengan posisi berkendara tidak ideal ditambah lingkungan yang hujan, kemungkinan terjadi slip saat jalan licin jadi sangat besar. Karena itu yang paling utama yakni, jangan lupa selalu membawa jas hujan di bawah jok motor ke mana bepergian. Namun, harus memperhatikan dalam memilih jas hujan yang digunakan.

“Jangan memilih jas hujan yang berbentuk jubah karena akan membahayakan pengendara saat digunakan. Jas hujan model ini bisa menutupi kaca spion dan lampu kendaraan, baik lampu rem maupun lampu penanda berbelok. Disarankan pakai jas hujan model setelan,” bilang Reza Novendri lagi.

Kaca helm atau visor penting dipakai. Jangan menantang hujan atau panas tanpa kaca helm. Saat panas kaca helm bisa membantu pandangan ke depan lebih jelas, tanpa hambatan.

Di musim hujan seperti ini kaca helm melindungi muka dari percikan air hujan. Tanpa kaca helm, muka jadi sakit akibat kena tamparan percikan air. “Kalau hujan disarankan pakai kaca bening. Apalagi kalau hujan deras, kaca berwarna malah akan jadi sangat mengganggu pandangan dan juga jarak pandang,” wanti Reza. (motorplus-online.com)