Terbukti Karya sendiri, Biaya Bikin Mobil Ekonomis Ala Off-Roader

billy - Sabtu, 21 Januari 2012 | 11:07 WIB

(billy - )

 
JAKARTA - Prinsip-prinsip dalam membangun mobil sebenarnya sudah lama diketahui oleh para modifikator mobil off-road. Seringkali mobil yang mereka bangun berawal dari nol pada kertas konsep, berupa mobil tubular misalnya. Meski umumnya mereka bangun mobil berdasarkan kebutuhan khusus untuk trek ekstrem namun prinsip dasar sebuah mobil agar bisa dikendarai dengan baik tetap dipegang teguh.

“Secara prinsip diusahakan agara bobot mobil itu seringan mungkin, sebab nantinya juga akan melewati jalan aspal,” sebut Yuma Wiranatakusumah. off-roader senior sekaligus pebengkel ini melanjutkan soal prinsip adopsi mesin dan suspensi, untuk mesin pakai spek yang suku cadangnya mudah didapat lalu suspensinya yang berkarakter ‘soft’ sekaligus pemeliharaannya mudah.

Pilihan spek suspensi ia lebih menyetujui yang solid axle atas alasan perawatan mudah dan murah, kalau terjadi masalah mobil masih bisa dijalankan sampai bengkel terdekat. 

Hal tersebut diterangkan Yuma ketika ia hendak bangun mobil off-road spek ekspedisi yang jamak angkut beban yang berat buat lintasi trek ekstrem dalam rentang jarak jauh. “Jangan lupa perhatikan sasis, wajib kuat seperti prinsip bangun jembatan, karena nantinya akan ada beban dari muatan dan mesin serta kaki-kaki,” jelasnya.

Untuk pilihan mesin, ia menjelaskan pula harus dipandu kebutuhan akan mobil yang akan dibuat. Ambil contoh jika basis mesin 1.000 cc macam spek Suzuki Jimny maka dimensi mobil tersebut lebih kurang ya sebesar Suzuki Jimny atau Caribean. Hal yang sama berlaku untuk mesin dengan kapasitas lebih besar, perhatikan bentuk serta dimensi mobil yang umumnya bermesin serupa.

Pilihan mesin diesel, berdasarkan pengalamannya bangun mobil ekspedisi pakai yang berkode 14B sebagaimana terdapat pada Toyota Dyna. “Perawatannya mudah, tak terlalu mahal.” Diingatkan kalau mesin diesel non-turbo adalah opsi terbaik, karena spek berturbo butuh perawatan serta pemakaian yang lebih ‘rapi’.

Mengenai kapasitas produksi, jika memang diperlukan, dalam satu tahun bengkelnya yang berlokasi di bilangan Cinere Depok bisa memproduksi sampai 30 unit mobil. “Asalkan speknya sama ya,” sebutnya. Soal biaya, ia kasih estimasi bangun mobil ekspedisi sekitar Rp 100 juta. (mobil.otomotifnet.com)