Avanza maut yang menewaskan Virginia, istri Saipul Jamil
Uniknya, menggali kembali unsur dasar berkendara ternyata bisa sedikit membuka wawasan akan sisi safety. "Ibarat membaca buku, banyak yang enggan membaca pengantar. Ingin langsung lihat isi atau kesimpulan. Begitu juga berkendara," bilang Taqwa Suryoswasono, tuner dan pemilik bengkel Garden Speed yang gape soal setting suspensi ini.
Pengendalian sangat lekat dengan sistem suspensi mobil. Untuk itu, Mohammad Adhitya, ST, MSc, asisten waka dept. bidang non akademik Fakultas Teknik Universitas Indonesia meninjau sektor suspensi seperti per dan sokbreker. Melalui email, pria yang berada di Jerman untuk studi S3 ini menyebut suspensi penting untuk membuat mobil mencengkeram jalan. Hal ini juga tertuang dalam tulisan lepasnya pada www.kompasiana.com/ditto.
Beberapa aspek teknis berikut ini bisa jadi sedikit panduan untuk mengantisipasi berbagai hal yang tidak diinginkan. Terutama dalam kondisi seperti pada tol Cipularang.
Beban
Sangat krusial untuk menilik kembali beban maksimum yang mampu diusung mobil. Misalnya, buat Avanza bisa Anda telisik pada halaman 23. Pada mobil lain, yuk kita buka lagi panduan manual masing-masing.
Kondisi beban penuh bikin karakter suspensi berubah
Sementara sokbreker relatif punya nilai linear. Maksudnya ditekan sedikit bisa sama kekuatannya dengan ditekan dalam. "Namun bisa saja kalau ditekan dalam, sudah di luar batas kemampuan maksimum
Rem
Pengurang laju kerap dinomorduakan. Padahal kondisinya bisa dilihat sesuai kondisi mobil. "Kendaraan bertenaga kecil, biasanya remnya juga berkapasitas kerja kecil. Kalau berbeban mobil berat, ditambah jalan menurun pasti akan bekerja esktra keras," papar Adhit yang mengambil spesialiasi suspensi dalam studinya.
Jadi, dengan beban penuh, pengemudi harus ekstra waspada. Terlebih menghadapi jalan menurun dan berbelok. Lebih baik berkendara pada kecepatan lebih rendah, bukan?nya," lanjut ayah dua anak ini. Sehingga pantulan per yang lebih kuat tadi jadi tambah tidak teredam.
Padahal sokbreker bertugas menjaga roda mengikuti kontur jalan. "Ban akan terpental pental dari permukaan jalan yang menyebabkan berkurangnya gigitan ban terhadap jalan," tambah Adhit, sapaan karib Mohammad Adhitya. Pengendalian jadi lebih liar. Jadi, kontrol beban maksimum mobil agar pengendalian tetap prima.
| Ban kurang angin mengurangi traksi |
Karet hitam ini juga terpengaruh beban. Dinding ban bisa menekuk lebih banyak kalau diberi beban lebih. "Sehingga bisa lebih banyak flexing (terlipat, Red)," imbuh Taqwa. Hal ini bisa menimbulkan goyangan mobil lebih kuat.
Parahnya, efek yang dirasakan pengemudi, mobil lebih limbung. Hal ini memicu pengemudi untuk mengoreksi arah setir. Sebaiknya justru setir dipegang lebih kuat untuk tetap lurus. Karena kalau dikoreksi justru bikin bodi lebih limbung lagi ke arah berlawanan. Ini dia efek balik yang berbahaya kan?
Cek kondisi ban, terutama tekanan angin. "Samakan dengan beban kendaraan sesuai standar pabrik. Tekanan angin lebih tinggi akan lebih baik daripada kurang," cetus Adhit.
Angin
Tiupan angin samping (cross wind) juga bisa terjadi di Cipularang. Angin terasa lebih keras buat mobil berpenampang besar seperti MPV ketimbang sedan. Misal angin dari kiri, mobil akan terasa terdorong ke kanan.
Otomatis pengemudi berusaha menahan setir ke kiri. "Hal ini akan menimbulkan gaya sentrifugal ke kanan dan mobil berisiko terguling," ulas Adhit. Hal ini akan diperparah kalau mobil membawa beban berat, terutama di atap. Karena titik center gravity mobil berubah lebih tinggi.
Jadi, kontrol barang bawaan dan tetap kurangi kecepatan untuk mengurangi efek cross wind. Keep safety driving!
Kontur Jalan
Permukaan tol Cipularang tergolong bergelombang. Hal ini memicu suspensi bekerja keras dan relatif mengurangi cengkeraman ban pada jalan. "Semakin tinggi kecepatan kendaraan, maka akan semakin besar kemungkinan ban kehilangan gigitan ke permukaan jalan yang menyebabkan kendaraan akan sukar dikendalikan," saran Adhit.
Lagi-lagi, kembali pada dasar bahwa mobil harus mencengkeram jalan dengan baik. Kontur jalan bergelombang pun sebaiknya dilintasi dengan kecepatan lebih rendah ketimbang jalan aspal yang mulus. Pantau terus kecepatan dan jangan melebihi batas maksimum yang diperbolehkan (mobil.otomotifnet.com)