Ketika Ducati diambil-alih oleh Audi dan mulai mencanangkan beberapa program untuk membawa Ducati jadi tim superior, Rossi malah memutuskan untuk kembali ke tim Yamaha. Kendati sangat menyesali keputusan pembalap kesayangannya itu, namun Jeremy Burgess maklum target Rossi untuk meraih kembali titel juara dunia di penghujung karirnya.
“Harusnya kami bisa melakukan yang lebih baik dari pada pencapaian kami selama ini di tim Ducati. Tidak juara dunia, juga tidak meraih kemenangan hingga gagal mempertahankan Rossi untuk melanjutkan karir di Ducati adalah kegagalan besar. Padahal itu adalah target utama. Memang kami berhasil mencapai finish di posisi podium 3 kali, tapi itu bukanlah target, sungguh memalukan,” sesal Burgess.
Burgess melanjutkan bahwa sekarang, Audi mengambil alih tim tersebut dan mulai mencanangkan target yang lebih fokus dan terstruktur. Ini mulai terlihat dengan adanya beberapa perombakan. Rasanya dengan pengambil-alihan ini, Burgess yakin Ducati akan jadi kompetitif. Mereka akan jadi sorotan besar tahun depan karena pencapaian target meraih hasil kompetitif di tiap seri nantinya akan jadi fokus utama.
“Jelas saya sebenarnya sangat malu kembali ke tim Yamaha, tapi Rossi berada di penghujung karir dan untuk melihat sampai dimana ia harus melanjutkan karir balap motornya di MotoGP. Kami hanya mengikuti apa yang ia lakukan saja. Selain itu kami malu karena dengan kembali ke tim Yamaha, beberapa kru tim Ben Spies yang sangat kompeten, harus keluar dan mencari pekerjaan lain,” pungkasnya.
Yah, berharap saja keputusan Rossi kembali ke tim Yamaha adalah yang terbaik, baik untuk perjalanan karirnya, hingga karir kru tim yang diboyongnya. (otosport.co.id)