Satria Solo Upacara Bendera di Bromo

Editor - Senin, 23 Agustus 2010 | 10:24 WIB

(Editor - )

OTOMOTIFNET - Seperti yang kami prediksikan sebelumnya, tentang perayaan hari kemerdekaan Indonesia yang selalu dirayakan dengan cukup unik oleh komunitas otomotif, kali ini terbukti kembali melalui Solo Suzuki Satria Club (S3C) yang merayakannya di Gunung Bromo.

Kendati hanya beberapa member saja yang ikut, namun misi mereka merayakan hari kemerdekaan dengan melakukan touring wisata, kali ini cukup menuai simpati.

Perjalanan yang dimulai pada tanggal 16 Agustus 2010, kelima member S3C berkumpul di Solobaru, dengan 5 orang yang mau ikut touring ke bromo, Edit, Andik, Ary, Joko, dan Kye. Berangkat dari Solo jam 7 malam, S3C melintasi Karanganyar – Sragen – Ngawi – Madiun – Nganjuk – Kediri – Malang – Pasuruan dan lanjut ke Bromo.

Namun mereka tidak sendirian, di kota Malang, S3C dijemput oleh salah satu klub Suzuki di sama yaitu MAFIA Malang. Mereka pun melakukan perjalanan bareng ke Bromo gun melakukan upacara di kawasan gunung Bromo. Di Bromo, ternyata mereka sudah janjian dengan beberapa klub Satria dari beberapa daerah. Diantaranya adalah JSC Jombang, SSC Surabaya, SRFC Bali, FUSION Surabaya, GSSC Gresik, SACAU Lumajang, Mafia Malang dan lain sebagainya.

Upacara dimulai jam 8 pagi, Upacara pengibaran Bendera Merah Putih dilakukan oleh anggota masing-masing klub atau perwakilan klub. Setelah upacara selesai, Satria Solo masih ada kegiaatan di Bromo yaitu sekalian berwisata melihat Kawah Gunung Bromo.

“Disana kami foto-foto untuk kenangan. Untuk mencapai kawah gunung Bromo kami harus jalan kaki sepanjang 3 km dari tempat parkir motor di areal tersebut, cuaca yang panas dan jalan berpasir membuat member Satria Solo sempat merasa letih, tapi tetep semangat untuk mengibarkan bendera S3C,” jelas Kye, yang juga ikut serta dalam touring ini.

Bukan hanya melakukan touring wisatan dan mengikuti pengibaran sang saka Merah Putih di Bromo, namun mereka juga melakukan silaturrahmi dengan klubdan komunitas motor Suzuki Satria di kota-kota yang mereka lalui. Misalnya seperti SACAU Lumajang, JSC Jombang  dan lainnya.

Kendati perjalanan mereka cukup melelahkan, namun kelima member S3C ini tetap melangsungkan ibadah puasa. Beruntung perjalanan pulang ke Solo dilakukan malam hari, jadi mereka bisa mampir untuk makan dan minum di perjalanan. Tentunya ini adalah semangat yang cukup tinggi, mengingat tidak banyak orang yang mampu melakukan hal tersebut di bulan puasa.

Bravo Satria Club Indonesia, Bravo Satria Solo.


Penulis/Foto : Hengki Adye Irawan (S3C)