Norak Abis! Kreasi Bosozoku Sebagai Perluasan Aliran Japanese Retro Cars

Editor - Selasa, 6 April 2010 | 09:10 WIB

(Editor - )

 

OTOMOTIFNET - Ada fenomena menarik yang belakangan terlihat pada beberapa pecinta retro. Kalau kamu sempat melihat DX dengan model knalpot menjulang dengan bentuk-bentuk yang unik, jangan sangka dulu kalau rumahnya kebanjiran.

Atau kalau melihat sebuah Lancer SL menggantung sebuah cabin hand hanger di bumper belakang, maka bukan berarti sang empunya kurang kerjaan.

Ya, sebab itulah ciri khas Bosozoku, tren subkultur asal Jepang yang coba diminati beberapa orang pecintanya di sini sejak akhir tahun lalu.

Bosozoku sendiri sejatinya adalah kata yang menggambarkan gang aliran keras yang diasosiasikan dengan kendaraan bermotor. Selain terlibat dalam urusan melanggar peraturan, gang Basozoku juga identik dengan gaya modifikasi yang norak sebagai identitas utamanya. Misalnya memakai bodi kit custom super gondrong yang ‘lebay’, atau menyematkan berbagai aksesori kecil untuk meramaikan tampilan mobilnya.

“Dalam pengertian kita, kreasi modifikasinya sebebas-bebasnya dan enggak ada batasan,” ungkap Creon, salah satu anggota Bosozoku Spirit sebagai komunitas pertama dan satu-satunya mengadopsi gaya ini di Indonesia.

Di dalam negeri, aliran ini memang terbilang baru. Bekalnya adalah perluasan dari pemodifikasi Japanese retro cars yang jenuh dengan gaya modifikasi yang itu-itu saja.

“Kalo kayak gini (modifikasinya, Red), mobil kita bakal lebih diliat orang. Buktinya gue sempet ditanya-tanya sama orang kalo lagi berhenti di lampu merah atau lagi isi bensin,” kekeh Adam penggeber Corolla KE20, yang juga salah seorang penggagas berdirinya Bosozoku Spirit.

Bahkan relatif tak sulit kok kalau mau mengikuti modifikasi ala Bosozoku ini. Sebab semuanya bermain custom dan tergantung seberapa berani bereksperimen. Tapi yang jelas, harus norak abis!

Namun meski sifatnya dinamis dan bebas. Nyatanya saat ini ada batasan terkait adopsinya di sini. Tentu saja bukan dari peraturan, -thanks to government!-, namun lebih kepada insfrastuktur yang tak memadai.

“Enggak semua (aksesori, Red) mesti dipasang. Kita sesuaiin dulu sama kondisi jalan di sini. Makanya kita biasa maen knalpot (takeyori), gantungan tangan (tsurikawa), bumper ‘jenggot’, setir kecil, klason melodi sama stiker-stiker yang Jepang banget. Kalo maen body kit gondrong jalanannya enggak mendukung,” ujar Creon.

Saat ini, pecinta Bosozoku yang tergabung dalam tim Bosozoku Spirit beranggotakan delapan mobil macam-macam merek. Dari Corolla KE20, DX, Datsun, SL, Cressida sampai Starlet. Virusnya sendiri  tersebar di Jakarta-Bandung. Dan untuk wilayah ibukota, kamu bisa menemui Bosozoku Spirit di roti bakar Edi Al-Azhar Blok M setiap Jumat Malam. Atau kalau tertarik bergabung dengan Facebook-nya, silakan cari Bosozoku Indonesia.

Bosozoku Style

Selain mobil, Bosozoku juga terkait dengan tata busana pelakunya. Dan sebelas-dua belas dengan gaya modifkasi mobilnya, style orang-orangnya pun tak kalah norak dan semaunya!

“Biasanya mereka paket seragam kayak pilot-pilot kamikaze yang patriotik, ala anak geng pake jaket kulit, kaca mata hitam dan iketan kepala (hachimaki),” jelas Adam yang saat pemotretan sudah siap dengan boots, tongkat golf dan model rambut acak berdiri.


Selain bentuk-bentuknya yang unik, biasanya suaranya berisik. Ini juga ciri khas Bosozoku yang sering bikin onar selagi konvoi di Jepang sana.

Bahkan di Jepangnya sendiri lebih ekstrim dengan memakai masker bedah, yang juga mungkin dipakai untuk menyembunyikan identitas. Sedangkan untuk cewek, ditampilkan mengenakan gaya yang yang lebih feminin dengan rambut panjang yang dicat, sepatu bot berhak tinggi dan make up yang berlebihan.


Penulis/Foto : Rudy/Artha/pr!ma