Datsun Risers Expedition, Menyambangi Potensi Wisata Di Gorontalo

Jumat, 11 September 2015 | 11:34 WIB


Gorontalo - Rangkaian petualangan Datsun Risers Expedition (DRE) gelombang II, etape 1,  memasuki hari terakhir. Tim yang terdiri dari para risers, media dan official, mengunjungi potensi wisata yang ada di Gorontalo.

Perjalanan dimulai dengan mengunjungi desa wisata religius Bubohu yang terletak di selatan kota Gorontalo. Tepatnya di desa Bongo, kecamatan Batudaa Pantai, Gorontalo Sebuah desa yang kental dengan nilai-nilai agama Islam. 

Lokasinya  tidak jauh dari pusat kota Gorontalo, hanya menghabiskan waktu sekitar 30 menit untuk mencapai lokasi. Kondisi jalan yang naik turun serta berliku, membuat kita harus hati-hati. Tapi itu semua terbayar dengan pemandangan pantai yang indah. Terutama saat melewati daerah prrkampungan nelayan Tanjung Kramat.

Setibanya kami di sana, langsung disambut dengan tari Tidi Lo Oayabu. Sebuah tarian daerah yang khusus untuk menyambut tamu. Jika Anda ingin berkunjung ke sana, disarankam agar dilaksanakan pada saat perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Karena akan menyaksikan ritual-ritual keagamaan yang dikolaborasikan dengan kebudayaan masyarakat desa Bongo. Termasuk hidangan kue yang hanya dibuat pada saat perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW, yaitu kue kolombonge.
 
Setelah mengunjungi desa Bubohu, selanjutnya tim DRE melanjutkan kembali perjalannya ke SDN 04 Kota Barat, Gorontalo untuk melaksanakan kegiatan CSR dengan memberikan sumbangan berupa buku pelajaran dan buku bacaan. 

Disamping itu dilaksanakan kegiatan bercerita (story telling) mengenai sebuah profesi serta games yang dilakukan oleh para risers. "Semoga apa yang disumbangkan dapat bermanfaat dan kehadiran tIm DRE, dengan kegiatan yang telah dilakukan dapat memberikan inspirasi bagi murid-murid di SD 04 Kota Barat Gorontalo,"ucap Hj. Sintje Ma'ruf, Kepala Sekolah SD 04 Kota Barat, Gorontalo.

Selepas siang, tim DRE menyempatkan mengunjungi Cagar Budaya Benteng Otanaha yang terletak d kelurahan Dembe 1, kecamatan Kota Barat, Gorontalo.  Terletak di atas di atas sebuah bukit, dan memiliki 4 buah tempat persinggahan dan 348 buah anak tangga ke puncak sampai ke lokasi benteng. Jumlah anak tangga tidak sama untuk setiap persinggahan.
 
Benteng yang dibangun sekitar abad 15 ini, merupakan benteng peninggalan tentara Portugis. Konon kabarnya, benteng ini dibuat degan menggunakan putih telur sebagai perekat antar batu.

Sebagai penutup, tim DRE konvoi dengan menaiki Bentor (becak motor) menuju rumah makan Ci Kia di daerah Ipilo. Sebuah rumah makan yang menghidangkan aneka makanan khas Gorontalo. (mobil.otomotifnet.com)