Honda HR-V Prestige 1.8 2015, Pertama di Indonesia

Otomotifnet - Kamis, 10 September 2015 | 16:05 WIB

(Otomotifnet - )



Sudah ada tiga unit HR-V di Asia yang menggunakan suspensi udara. Namun SUV berkelir putih ini menjadi yang pertama di Indonesia


Jakarta
- Sekian lama enggak main modifikasi, Dimas Nurfiansyah ‘gatel' untuk mendandani tunggangan pribadi sang istri. "Sebenarnya beli ini buat istri gue, namun kok dilihat-lihat lucu juga kalau dimodifikasi," kekeh Dimas, panggilan akrabnya.



Untuk audio berencana ditambah lagi spesifikasinya

SUV biasanya punya ground clereance agak tinggi. Namun tidak pada besutan kesayangan Dimas. Tampilan super-ceper dihasilkan berkat pemasangan suspensi udara. Untuk mewujudkan konsep modifikasinya, Dimas mempercayakannya kepada bengkel modifikasi ternama, yakni Akasia Motor, di bilangan Pondok Gede, Jaktim.



Penataan tabung beserta kompresor udara belum sempurna

Tanpa pikir panjang, Dimas ingin jadi yang pertama di Indonesia. Tapi karena belum ada yang jual bolt-on untuk HR-V, marketing manager sebuah perusahaan oli ternama ini memutuskan untuk tetap menggunakan sokbreker standar. Namun pernya diubah menggunakan balon udara.



Berkat keahlian Raya Irwansyah, pemilik Akasia Motor, pemasangan tersebut berhasil. Cara memasangnya pada bagian depan, dibuatkan braket untuk dudukan balon menggunakan besi pelat setebal 6 mm. Ukurannya mengikuti diameter mangkok per standar.



Enggak berniat main mesin, Hanya memasang knalpot bikinan HKS

Pindah ke kaki-kaki belakang. "Karena suspensi belakang HR-V sokbreker dan per terpisah. Jadi setelah dibuat braket, per udara dibor ke dudukan per belakang," jelas Iwan, panggilan akrab Irwansyah. Penempatan tabung kompresor, ditaruh di bagasi bersama seperangkat audio.



Tekanan 50 psi pada depan & 40 psi pada belakang, dirasa pas untuk dibawa harian.

Tak hanya tampil amblas dong. Mempercantik bagian ‘sepatu', Dimas mendatangi Riverside Wheels di bilangan Kampung Melayu, Jaktim. Sesampainya di sana, penghobi golf ini jatuh hati kepada pelek Jepang, yakni Kranze Bazreia berdiameter 19 inci dengan lebar belang, yakni 8,5-9,5 inci. Untungnya sepatbor HR-V terbilang lega, jadi enggak ada ubahan apapun saat memasangnya.
 • (otomotifnet.com)

Plus:
- Berhasil menjadi yang pertama pakai airsus di Indonesia

Minus:
- Penataan ruang bagasi perlu ditata lagi

Data Modifikasi
Mesin: Muffler HKS, Pivot Throttle control Kaki-kaki: Pelek Kranze Bazreia R19 x 8,5 (depan) - 9,5 (belakang), ban Toyo DRB 225/35R19, Per Universal Air (airsus) Audio: 3 way Cello speaker, power Lanzar 6 channel, subwoofer Lanzar solobaric Ekterior: Window visor Modulo, custom sill plate, spoiler belakang Modulo