Jakarta - Ingat sensasi 'Waku Doki' yang gadang-gadang oleh Toyota 86 saat peluncurannya beberapa tahun lalu? Nah, setelah kesuksesan mobil sport kompak tersebut, tampaknya Toyota ketagihan mengembangkan mobil sport dan ingin membawa sensasi Waku Doki lebih tinggi.
Yup, paska tewasnya mobil-mobil sport Toyota seperti Supra, Celica dan MR-S, praktis saat ini hanya ada FT-86 sebagai wakil mobil sport Toyota. Sebelumnya, juga ada supercar Lexus LF-A, namun produksi yang terbatas ditambah harga mahal membuatnya untouchable.
Lewat FT-1, Toyota ingin membuktikan jika pabrikan yang sempat berkiprah di ajang Formula 1 dan Le Mans 24 Hours ini masih memiliki hasrat memproduksi mobil kencang.
Dan sebagai andalan di segmen supercar yang berada di atas kelas Toyota 86. FT-1 sendiri menjadi salah satu sajian utama Toyota di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2014.
"Mobil ini sudah lama dikembangkan dan diharapkan nantinya mampu meneruskan prestasi pendahulunya seperti legenda sport Toyota Supra, 2000GT dan Celica," papar Rahmat Samulo, Marketing Director PT Toyota Astra Motor (TAM) pada Sabtu (20/9).
Semakin istimewa, FT-1 didesain oleh Toyota Calty Design Research di Amerika yang sempat mengembangkan supercar Lexus LF-A. Sementara pengembangan performanya dilakukan bersama produsen game balap legendaris, Gran Turismo yaitu Poliphony.
"Pengembangan performanya dilakukan lewat simulator game Gran Turismo 6. Jadi kalau ingin melihat performa FT-1 yang sebenarnya, bisa ditengok melalui game simulator tersebut," urai GM Technical Service Division, Dadi Hendardi.
Sayangnya, hingga kini belum ada penjelasan mengenai kapan dan mesin apa yang akan diusungnya. (mobil.otomotifnet.com)
Yup, paska tewasnya mobil-mobil sport Toyota seperti Supra, Celica dan MR-S, praktis saat ini hanya ada FT-86 sebagai wakil mobil sport Toyota. Sebelumnya, juga ada supercar Lexus LF-A, namun produksi yang terbatas ditambah harga mahal membuatnya untouchable.
Lewat FT-1, Toyota ingin membuktikan jika pabrikan yang sempat berkiprah di ajang Formula 1 dan Le Mans 24 Hours ini masih memiliki hasrat memproduksi mobil kencang.
Dan sebagai andalan di segmen supercar yang berada di atas kelas Toyota 86. FT-1 sendiri menjadi salah satu sajian utama Toyota di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2014.
Semakin istimewa, FT-1 didesain oleh Toyota Calty Design Research di Amerika yang sempat mengembangkan supercar Lexus LF-A. Sementara pengembangan performanya dilakukan bersama produsen game balap legendaris, Gran Turismo yaitu Poliphony.
"Pengembangan performanya dilakukan lewat simulator game Gran Turismo 6. Jadi kalau ingin melihat performa FT-1 yang sebenarnya, bisa ditengok melalui game simulator tersebut," urai GM Technical Service Division, Dadi Hendardi.
Sayangnya, hingga kini belum ada penjelasan mengenai kapan dan mesin apa yang akan diusungnya. (mobil.otomotifnet.com)