Anak Michael Schumacher Bakal Direkrut Ferrari Atau Mercedes

Editor - Kamis, 19 November 2015 | 21:07 WIB

(Editor - )

Eropa  – Masa depan Mick Schumacher, anak juara dunia F1 7 kali Michael Schumacher bakal berada dalam pelukan antara Ferrari atau Mercedes, karena terungkap Mick punya hubungan dengan kedua pabrikan yang pernah dibela ayahnya itu di balap F1.
 

Mick Schumacher yang memulai kariernya di balap gokart, untuk pertama kalinya berkompetisi di ajang balap single seater tahun ini. Yaitu di balap F4, Jerman. F4 yang juga dilombakan di beberapa negara Eropa, salah satu jenjang menuju balap F1.

Ketika remaja berusia 16 tahun itu berkompetisi di mobil formula, banyak pengamat balap menyebutnya ‘like father like son’, Mick diramalkan bisa mengikuti jejak ayahnya berkarier di balap F1.

Mick yang bergabung di tim Van Amersfoort Racing asal Belanda, telah mengikuti 22 kompetisi F4 Jerman dengan prestasi sekali menang dan dua kali naik podium. Menduduki peringkat 10 klasemen akhir pembalap. Meski begitu, ia mendapat tawaran mencoba mobil F3 yang setingkat di atas F4.

Pekan lalu Mick menguji coba mobil F3 Eropa tim Prema asal Italia yang mempunyai ikatan kuat dengan Mercedes dan Ferrari. Tim Prema saat ini banyak diikuti oleh pembalap Ferrari Driver Academy.

Ayah Mick pernah membela tim Ferrari di balap F1 dan meraih 5 gelar juara dunia. Namun ayahnya mengakhiri karier di tim Mercedes. 

Tim Van Amersfoort yang tahun ini berkompetisi di F3 Eropa dengan dukungan mesin VW, akan membawa Mick ke balap F3 tahun depan. Menurut tabloid Kolner Express, di musim 2016 Van Amersfoort akan menggunakan mesin Mercedes.

Sementara itu Mercedes telah mengundang Mick ke acara Stars and Cars pada akhir musim di Stuttgart, Jerman. Menurut Kolner Express, Mick bakal menjejakkan kaki untuk masa depannya di Mercedes.

Pemilik tim, Frits van Amersfoort membatah kabar itu. “Tidak semua kontrak ditandatangani untuk musim depan, bahkan tidak untuk Mick,” katanya.

Adapun uji coba Mick dengan tim Prema, dilaporkan di bawah pengawasan ketat oleh Luca Baldisserri. Pria Italia berusia 52 tahun ini adalah chief engineer tim F1 Ferrari. Ia juga menjabat sebagai manajer Ferrari Driver Academy sejak 2010.

Menanggapi hal itu, Frits menegaskan, “Itu hal normal yang dilakukan pembalap pada musim dingin. Tidak masalah. Waktu uji coba Mick bagus, tetapi kami lebih cepat.”

Wah, masa depan Mick bisa jadi rebutan nih antara Ferrari dan Mercedes. (Fendi) (otomotifnet.com)