Benarkah Ada Kutukan Bagi Pemakai Nomor 1 di MotoGP?

Selasa, 24 November 2015 | 00:03 WIB


Eropa – Juara dunia MotoGP 2015, Jorge Lorenzo belum menentukan nomor untuk di motor balapnya tahun depan. Tetap mempertahankan nomor favoritnya #99 atau beralih pakai #1. Rumornya, ada kutukan pengguna #1 tidak akan juara dunia lagi. Benarkah?

Dalam beberapa tahun terakhir, pelat #1 tidak banyak dipilih oleh pembalap yang juara dunia di tahun sebelumnya. Terakhir digunakan Casey Stoner pada 2012.

Pembalap yang menggunakan pelat #1 di motornya, rumornya tidak akan juara dunia lagi secara berurutan. Tren ini muncul ketika Valentino Rossi juara dunia GP 500 cc pada 2001, di musim balap berikutnya hingga juara dunia sampai 2005, ia tetap pakai #46.

Kemudian beberapa pembalap melakukan hal sama. Sejak itu hanya Casey Stoner dan Lorenzo yang pasang #1 di motornya setelah juara dunia. Memang, mereka tidak juara dunia lagi di tahun berikutnya.

Marc Marquez yang juara pada 2013 juga memilih tetap menggunakan nomor kebanggaannya #93 dan bisa juara dunia lagi di 2014.

Terakhir pengguna pelat #1 dan bisa juara dunia lagi, eranya Michael Doohan ketika juara dunia 5 kali berturut-turut (1994-1998) di kelas GP 500 cc. Setelah itu sampai sekarang, tidak ada juara dunia yang pakai #1 bisa sukses terus.

Setelah era Doohan, Valentino Rossi beberapa tahun merajai kelas utama tanpa pelat #1. Ia tetap pakai #46 karena itu nomor favoritnya sejak dulu dan sinonim dengan namanya. Ya seperti #34 milik Kevin Schwatnz, #7 Barry Sheene dan #99 punya Lorenzo.

Lorenzo mengaku bahwa menggunakan pelat #1 pada 2016 adalah pilihan, meskipun sebagian besar kru tim Yamaha berpikir ia harus tetap dengan #99 ketika ditanya setelah meraih gelar juara dunia di Valencia lalu.

“Saya belum memutuskan, saya ragu,” kata Lorenzo dalam sebuah wawancara dengan media Spanyol. “Selama merayakan gelar ini saya meminta pendapat tim saya dan mereka mayoritas memilih 99, tetapi pada akhirnya keputusan ada di saya dan saya belum memutuskan,” lanjutnya juara dunia MotoGP 3 kali.

“Akan menyenangkan pakai #1, tetapi 99 mewakili saya,” jelas Lorenzo yang belum memikirkan hal itu karena masih sibuk dengan perayaan gelar juara dunianya.

Lorenzo memulai kariernya di MotoGP pada 2008 pakai #48, nomor yang digunakan manajernya, Dani Amatriain selama kariernya. Namun pada 2009 ganti jadi #99 lewat pemungutan suara dari penggemarnya, setelah Lorenzo pisah dengan Amatriain. Lagi pula nomor itu mirip dengan #46 Rossi, rekan setimnya di Yamaha.

Usai memenangkan gelar pertamanya pada 2010, Lorenzo memakai #1 pada 2011. Kemudian pakai #99 lagi pada 2012.

Hmm.. apakah masih percaya pada takhayul, sehingga Lorenzo belum memutuskan pakai pelat #99 atau #1 untuk motornya di 2016? (otomotifnet.com)