AISI: Keberadaan Motor Listrik Harus Jelas!

Arief Aszhari - Minggu, 11 September 2016 | 00:56 WIB

(Arief Aszhari - )

Jakarta - Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) melalui ketua umumnya, Gunadi Sindhuwinata, menilai kehadiran motor listrik di Indonesia masih belum cocok. Masih banyak kendala seperti infrastruktur, jarak tempuh, harga, serta tujuan motor listrik yang harus diperbaiki.

Honda Berniat Kuat Jual Motor Listrik di 2018

Kenapa Honda Semangat Ingin Jual Motor Listrik?

Bahkan, pria ramah ini mengambil contoh penggunaan sepeda motor di Tiongkok yang memang dari segi tujuan jelas untuk membersihkan lingkungan, namun 10 sampai 15 tahun keberadaan motor listrik akan hilang semua.

"Saya ke research centre untuk otomotif penggerak listrik, itu hanya transisi saja. Mungkin 10 sampai 15 tahun hilang semua. Mereka melakukan riset untuk mengetahgui distribusi listriknya gimana, saya kira itu," jelas Gunadi saat berbincang dengan OTOMOTIFNET, Jumat (9/9).

Gunadi menambahkan, jika berbicara masalah polusi tidak bisa dilihat dari satu daerah saja karena maslah polusi ini bergerak secara global. "Jadi, kalaupun dibikin pembangkit listrik toh tetap pembangkit listriknya menyumbang polusi," tambah Gunadi.

Selanjutnya, Gunadi menyinggung masalah penggunaan energi listrik yang dinilai juga bukan sesuatu yang murah. "Dari bahan menjadi listrik dan didistribusikan ke rumah, dari 30 ribu Kilovolt hanya tinggal 200 volt. Banyak kerugian di tengah jalan, pengurangan daya dari stasiun satu ke stasiun lain," akunya.

Jadi, Gunadi berpendapat jika keberadaan motor listrik harus dilihat secara totalitas, tidak hanya teknologi motor saja. "Secara total harus jelas, tujuannya apa, sasarannya ada, hitung-hitungannya ada. Tidak hanya motor saja, saya tidak setuju," tutupnya. (otomotifnet.com)