Audio Toyota All New Vios G 2013 for Self Pleasure

andy - Jumat, 28 Oktober 2016 | 12:44 WIB

(andy - )

Mendengarkan audio berkualitas terbaik kala berada di jalan rasanya sudah menjadi hal yang wajib ada pada sebuah mobil. Apalagi jika  mobil tersebut sering melewati kawasan urban dengan tingkat kemacetan tinggi, pastinya membutuhkan sebuah mood booster yang bisa disajikan lewat lantunan musik maupun tayangan video yang jernih dan enak didengar.

Hal ini pula yang mengakibatkan Rifan sebagai pemilik Toyota All-New Vios G keluaran 2013 memilih lebih konsen merombak sistem audio tunggangannya. “Kalau modifikasi eksterior, misal velg, biasanya hanya dinilai orang berdasarkan bagus atau tidak. Tapi kalau audio kan selain soal bagus dan tidak, tapi juga bisa dirasakan sendiri kualitasnya. Makanya saya lebih memilih meningkatkan kualitas audio mobil agar semakin optimal,” terangnya.

Menggandeng instalatur audio Audiotech di kawasan MGK Kemayoran, Rifan menganut konsep audio 3-way custom di bagian depan. Speaker yang digunakan Rifan pun tergolong cukup mumpuni, seperti penggunaan tweeter Vifa Ring Radiator XT25NC, Midrange Vifa-Scanspeak RM10, dan Midbass Avexis FU-6B berdiameter 6 inci. Hal ini dilakukan karena Rifan berusaha mengejar efek SQ yang cukup powerfull, meski tidak sekuat SQL.

Jika biasanya konsep audio 3-way merombak bagian pilar A kabin untuk penempatan midrange dan tweeter, namun Rifan justru lebih memilih untuk menempatkan kedua speaker tersebut secara sejajar di atas samping dashboard dengan sedikit menutup pilar A. “Saya orangnya restricted sekali sama merombak mobil, jangan sampai merubah kondisi mobil. Makanya pilar saya gak mau rombak, dan solusi penempatan midrange dan tweeter di bikin sejajar,” ungkap Rifan.

Jika output dari sistem audio di mobil Rifan sudah ciamik, maka dibutuhkan sistem input dan distribusi power audio yang tak kalah mumpuni. Untuk itu, Rifan memilih sistem head unit Kenwood DDX7035BT dengan sistem cable Stinger dan  power amplifier Vox Research VA.100. Head unit ini sendiri dipilih karena sudah mendukung file audio FLAC, hingga pengaturan suara time correction dasar antar speaker melalui fitur Digital Signal Processor (DSP) yang sudah tersedia di head unit.

Meski terkesan sederhana, tapi perpaduan rombakan audio di mobil mampu menghasilkan kualitas suara yang “wah”. Baik bass maupun treble terasa cukup powerful, terutama untuk vokal yang jauh lebih lantang. Asyiknya lagi potensi output audio terbaik tidak sekedar kuat di genre lagu berjenis house, tapi juga tetap optimal saat dicoba mendengarkan musik berjenis jazz dan rock.

“Pada akhirnya sekalipun saya sudah merasa puas dengan kualitas audio yang dipilih, tapi tetap saja ujung-ujungnya ada lagi yang menurut saya masih bisa di-improve lagi ke depannya. Karena ya main di audio mobil itu sama kaya ‘ngeracunin’ diri sendiri, makanya sekarang masih timbang-timbang supaya balance sama hobi sepeda saya. Hehehe,” kekeh Rifan.
Well, semoga semakin “keracunan” main di audio mobil yaa!

 
Butuh Usaha Lebih

Salah satu upaya untuk meningkatkan output suara semakin optimal ialah dengan penggunaan subwoofer Hertz ES300 berdiameter 12 inci, dengan power maksimum mencapai 700 Watt, dan range frekuensi tuning port 25-250Hz. Pemasangan subwoofer dengan box berdimensi 100x50x50 mm ini pun tidak memakan ruang banyak, sehingga bagian bagasi masih optimal untuk digunakan menyimpan barang bawaan.

“Kalau boleh jujur konstruksi All-New Vios sedikit kurang memadai untuk bisa mendapatkan efek subwoofer karena tidak ada rongga antara bagasi ke kabin mobil. Butuh usaha untuk suara dari subwoofer masuk ke kabin. Meski begitu hal ini masih bisa diakali dengan time correction, sehingga next saya ingin tambah processor external agar suara di subwoofer lebih masuk duluan ketimbang speaker 3-way di dalam kabin mobil,” tutupnya.


DATA DRESS UP

Workshop
Audiotech, MGK Kemayoran Lt.6, Jl. Angkasa Kav B-6, Jakarta Pusat