Modifikasi Honda Odyssey 2005, Saat 2 Cinta Jadi 1

Parwata - Sabtu, 21 Januari 2017 | 06:09 WIB

(Parwata - )

Saat 2 Cinta Jadi 1

Banderol yang cukup tinggi membuat Dion harus menunggu untuk meminang Oddyssey

Jakarta - Ibarat kata, leher bisa patah kalau melihat Honda Oddysey didandani dengan pelek lebar. Itu kira-kira gambaran kecintaan Dion Perdana terhadap kendaraan berjenis MPV ini.

Tapi apa mau dikata, ketika kecintaan belum sejalan dengan keuangan. “Tapi itu kan zaman masa kuliah. Sekarang Odyssey-nya sudah kebeli, meski memang keluaran 2005,” papar pria yang berbisnis di dunia fotografi itu.

Keputusannya mencintai Odyssey ternyata sejalan dengan kecintaan terhadap keluarga kecilnya. Dengan adanya si cantik Alzena Shava Kamalia yang baru berumur 3,5 tahun, makin pas saja pemilihan jenis kendaraan MPV.

Balik lagi ke urusan modifikasi, dimana Dion ingin mewujudkan mimpinya waktu kuliah, yakni memasangkan pelek lebar ke Odyssey miliknya. Barang JDM, yakni keluaran Enkei Ame Shallen berdiameter 19 inci dipilih untuk menggantikan pelek yang sudah ada. Ukuran lebar bagian depannya 8,5 inci dan belakang 9,5 inci.

Penggunaan pelek lebar ini, dipadu pemakaian suspensi coilover. “Saat ini bagi saya, coilover jadi suspensi yang pas. Itu karena kondisi jalanan sebenarnya belum memungkinkan untuk pakai air suspension,” papar Dion.

Mempercantik eksterior, Dion cukup mengganti bumper pakai bawaan RB1 Absolute Japan, tapi itupun enggak dibiarkan standar. Biar terlihat lebih cakep, bumper depan dan belakang dilapis dengan bahan karbon.

Hasilnya, Odyssey kesayangan berhasil tampil cakep, plus keluarga tercinta tetap nyaman… * (oct/otomotifnet.com)

Data Modifikasi

Ban Achilles ATR Sport 225/40R19, Pelek Enkei Ame Shallen Ame R19, Suspensi ISC Coilover, Bumper Depan Belakang Honda Oddysey Absolute + Carbon, Gril Crave Japan, Exhaust HKS, Head unit Pioneer DEH X9600BHS, Speaker 3-Way Morel, Subwoofer JL Audio, Power 4 Channel Venom Intellegent, Processor Venom Pandora MK1

Plus: Ubahan pas dengan pelek ukuran 19 inci
Minus: Ekterios masih terlalu polos