Suzuki : Jangan Hanya Dilarang, Tapi Beri Penjelasan

Arief Aszhari - Selasa, 31 Januari 2017 | 12:13 WIB

(Arief Aszhari - )

Jakarta - Tidak bisa dipungkiri, pengendara motor di bawah umur 17 tahun sampai saat ini jumlahnya masih cukup banyak. Begitu juga dengan angka kecelakaan yang didominasi usia pelajar, antara 15 sampai 24 tahun.

Dengan alasan tersebutlah, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) membuat Gerakan Suzuki Peduli Keselamatan (GESIT), sebagai sarana edukasi keselamatan berkendara untuk para siswa, dan saat ini dilakukan di SMPN 2 Bekasi.

"Memberikan edukasi sedini mungkin merupakan hal yang dapat kami lakukan, untuk membantu mereka (siswa) lebih bertanggung jawab dan menghargai sesama pengguna jalan di masa mendatang," papar R.Uchiki, Strategic Planning Dept Head PT Suzuki Indomobil Motor (SIM), di Bekasi, Jawa Barat, Selasa (31/1).

Lanjut pria asal Jepang ini, untuk tahap usia eksplorasi, siswa sebaiknya tidak hanya dilarang, namun memberikan penjelasan yang lebih masuk akal terkait keselamatan berkendara akan sangat mudah diterima.

Untuk gelaran Gesit ini, para siswa diajak mengenal keselamatan berkendara secara teori, dan kemudian melakukan praktek bagaimana menerapkan disiplin berlalu lintas saat mengendari motor di jalan.

Suzuki juga menghadirkan professional trainer dari Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), dan bekerjasama dengan Kapolresta Bekasi, serta turut menghadirkan salah satu korban kelainan dalam berlalu lintas, sehingga siswa bisa mendapat pengalaman yang lebih tentang bahaya berlalu lintas.

Sebagai catatan dari pihak pabrikan berlambang huruf S ini, angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pengendara dan pejalan kaki tahun lalu mencapai lebih dari 50 ribu kasus. (Otomotifnet.com)