Ngopi Bareng Pembalap Iwan Semut Ireng. Telanjang Dada Lari Keliling Trek

toncil - Sabtu, 4 Februari 2017 | 15:38 WIB

(toncil - )

Jakarta – Irawan Iwan Semut Ireng, salah satu tokoh yang sangat dikenal di kalangan pegokart. Dedikasinya terhadap gokart sangat besar. Pernah juga melakukan kegilaan untuk menebus nazar. Saat ini dirinya sedang menggarap buku untuk melawan kanker pancreas yang dideritanya. Berikut petikan lengkap OTOMOTIFNET dengannya. (Otomotifnet.com)

Biodata :
Nama    : Irawan Soepardjo (Irawan Iwan Semut Ireng)
Tempat/Tanggal Lahir    : Surabaya, 14 Januari 1953

Otonet     : Mulai kapan ikut balap?
Iwan Semut Ireng    : Saya mulai awal 1979. Waktu itu masih kuliah di Universitas Atma Jaya, Jakarta, fakultas FIPK dengan jurusan personal management. Mulai itu sering ikut balap gokart sampai keliling-keliling

Otonet    : Prestasi apa yang paling membanggakan?
Iwan Semut Ireng    : Balap kelas di bebas atau FFA. Waktu itu yang ngadain kampus ITS. Karena kelas bebas, lawan-lawan pake gokart dan mesin canggih, special kart engine seperti  Sirio, Parila, dan DAP. Saya sendiri pakai mesin biasa tapi mekanisme girbok racikan atau bikinan sendiri. Membanggakan karena saya mampu juara dua, padahal pesertanya top semua

Otonet    : Event mana yang paling berkesan?
Iwan Semut Ireng    : Waktu KFC Indonesia Kart Prix. Ikut di kelas legend dengan lawan-lawan dari luar negeri. Masih bisa masuk posisi 6, padahal belum terlalu sembuh dari kanker. 

Otonet    : Kapan berhenti balap?
Iwan Semut Ireng    : Tahun 2007, waktu udah mulai sakit dan terdeteksi kanker. 

Otonet    : Apa kegiatan saat ini?
Iwan Semut Ireng    : 1. Lebih banyak melatih gokart untuk anak-anak. Sudah mulai sejak Humpuss Kart Series. Lalu 2009 mulai latih Keanon Santoso, Kezia Santoso dan Rafa Salmun. Mulai rutin melatih anak-anak pada 2011.

2. Masih proyek menyelesaikan buku. Cerita tentang saya melawan sakit kanker. Mulai tidak berdaya sampai sekarang bisa ngajar gokart. Perjuangannya panjang. Untuk judulnya, Bagaimana Iwan Melawan Rasa Sakit Karena Kanker Pankreas, tapi belum pasti. Atau OTOMOTIFNET mau bantu? Hahaha

Iwan Semut Ireng (kanan) selalu memberi pembekalan sebelum peserta menuju trek

Otonet    : Sampai saat ini sudah punya berapa anak didik?
Iwan Semut Ireng    : Kira-kira sih 60 an peserta didik. Tapi pastinya enggak tahu, karena enggak pernah hitung. Usianya mulai 5-13 tahun. 

Otonet    : Kabarnya dekat dengan komunitas gokart dari mahasiswa, apakah masih?
Iwan Semut Ireng    : Masih sampai saat ini. Teman-teman mahasiswa sering minta bantuan mulai sparepart, tempat menginap sampai tuning. Saya juga pernah ngisi pelatihan gokart untuk mahasiswa yang dihadiri 150 peserta.

Otonet    : Hal paling gila apa yang pernah dilakukan terkait anak didik?
Iwan Semut Ireng    : Saya pernah lari keliling trek Bira Karting Circuit dengan telanjang dada. Kira-kira sih 2009 atau 2010. Waktu itu nazar kalau Nabil Hutasuhut (salah satu anak didiknya-red) masuk posisi 3 maka akan lari keliling trek. Ternyata benar. Jadilah saya lari dan diberi tepuk tangan penonton. Hahaha

Tidak peduli hujan, tetap hujan-hujanan untuk memberitahu racing line yang benar

Otonet    : Lalu bagaimana bisa tuning mesin dan girboks gokart, padahal tidak sesuai jurusan kuliah?
Iwan Semut Ireng    : Itu sih otodidak. Waktu sekolah, mulai SMP sudah berani bongkar-bongkar motor. 

Otonet    : Apa kiat bisa tetap sehat?
Iwan Semut Ireng    : Pola makan dan istirahat yang baik. Hindari yang jadi pantangan. Saya menghindari sekali masakan sapi, udang, kepiting, kerang dan cumi.