Tips Merawat Turbocharger Tata Motors

Parwata - Jumat, 17 Februari 2017 | 20:28 WIB

(Parwata - )

Banyak cara sederhana merawat mesin turbo, salah satunya dibiarkan idle saja sudah cukup

Jakarta - Banyak kendaraan komersial saat ini yang sudah menggunakan sistem turbocharger dan tidak terkecuali Tata Motors Distribusi Indonesia (TMDI), yang menggunakan turbocharger intercooler untuk berbagai model truknya, seperti Tata Ultra, Tata Prima dan Tata LPT 913.

Secara sederhana, turbocharger merupakan kipas atau turbin untuk mendorong masuk udara tambahan ke ruang bakar. Dengan begitu, tenaga dan torsi mampu ditingkatkann secara signifikan.

“Dengan menggunakan turbocharger, kendaraan akan mencapai tenaga atau torsi di rpm rendah. Sehingga, konsumsi bahan bakar juga akan semakin irit,” jelas Mohamad Arief Budiman, Technical Training TMDI.

Turbocharger intercooler yang digunakan di berbagai model truk Tata Motors ini, sangat bermanfaat ketika kendaraan beroperasi di area pegunungan. Pasalnya, semakin truk beroperasi di atas permukaan laut yang tinggi, maka suplai oksigen ke dalam mesin akan semakin berkurang.

“Intercooler ini berfungsi untuk mendinginkan udara sebelum disuplai ke ruang bakar, agar kandungan oksigennya secara persentase meningkat secara maksimal,” tambah Arief.

Biarkan Mesin Langsam

Ketika menggunakan kendaraan dengan turbocharger, banyak pengemudi truk yang tidak mengetahui cara sederhana untuk merawat turbo. Padahal, ketika sudah salah dalam perawatan, kerusakan turbo akan berakibat fatal pada kendaraan.

“Sebenarnya, mudah sekali merawat mesin turbo, yaitu ketika di-starter jangan langsung digas atau biarkan mesin idle sekitar 1 menit. Begitu juga saat ingin dimatikan, biarkan mesin langsam terlebih dahulu baru dimatikan,” terang Arief.

Ketika pengemudi membejek pedal gas dan langsung mematikan mesin, maka turbo yang masih bekerja akan kekurangan pelumas yang berasal dari oli mesin.

“Putaran rpm turbo itu bisa 10 kali lipat dari mesin biasa, jadi ketika mesin mati dan turbo tidak mendapatkan pelumas dari oli mesin, maka akan cepat rusak,” terang Arief.

Selain itu, untuk merawat mesin turbo selain membiarkan mesin langsam sebelum dan sesudah dimatikan, juga harus rajin memeriksa oli mesin. Biasanya, oli dan filter oli harus diganti setiap 10 ribu km.

Selain filter oli, bersihkan juga saringan udara secara berkala, karena saat saringan udara tidak dibersihkan dan ada kotoran masuk ke poros turbo, maka akan cepat merusak turbo.

“Ketika poros turbo rusak, oli akan bocor, dan berkurang sehingga mesin panas dan mesin akan mati,” tutupnya. * (Arief/otomotifnet.com)