Bikin Mobil Pedesaan, Institut Otomotif Indonesia Gandeng GATOMI

Harryt MR - Jumat, 17 Februari 2017 | 22:27 WIB

(Harryt MR - )

Jakarta - Kementerian Perindustrian melalui Institut Otomotif Indonesia (IOI) berkomitmen mewujudkan mobil pedesaan. Saat ini IOI tengah menghimpun partisipasi dari para stakeholder industri otomotif, salah satunya dari Gabungan Aftermarket Otomotif Indonesia (GATOMI).

Untuk wujudkan mobil pedesaan IOI gandeng GATOMI sebagai bagian dari penguatan sumber daya yang bisa dilibatkan dalam proses pengembangan mobil pedesaan.

Seperti diketahui, GATOMI merupakan wadah berkumpulnya pebisnis aftermarket yang membawahi ratusan merek. Mulai dari suku cadang, audio, chemical, hingga aksesoris pendukung lainnya.

Digandengnya GATOMI menjadi langkah strategis mengingat ada 2 skema yang direncanakan dalam pengembangan mobil pedesaan. Yakni skema 2A serta 2B.

Skema 2A melibatkan vendor-vendor diluar pabrikan mobil, sedangkan 2B diproyeksikan diisi oleh pabrikan otomotif.

Pada skema 2A, IOI butuh sumber daya pengadaan komponen, baik yang minor maupun major. Sehingga peran serta industri aftermarket sangat diperlukan.

“Iya jadi nanti misalnya, supply spion, kampas rem, audio hingga cairan chemical bisa dari member GATOMI,” papar I Made Dana Tangkas, President Institut Otomotif Indonesia (IOI).

Pertemuan  berlangsung informal di sebuah resto di bilangan Jaktim (15/02).

“Bersama GATOMI, apa yang bisa dikerjasamakan, apa yang bisa digarap, hayo kita garap. Karena pasarnya sampai desa-desa. Di Indonesia ada lebih dari 74 ribu desa, katakan 20 ribu desa saja yang bisa beli kendaraan pedesaan, 1 unit mobil 1 desa, berarti kan 20 ribu kendaraan,” terang Made.

Bagi GATOMI, hal ini menjadi langkah positif. Pasalnya para anggota GATOMI juga memiliki kapasitas untuk memproduksi dan menyematkan produk-produknya pada mobil pedesaan.

“Kita dukung pengembangan mobil pedesaan. Apa yang kita punya dan bisa dimanfaatkan, mari kita jalan bersama. Semua anggota GATOMI saya rasa bisa berkontribusi pada pengembangan mobil pedesaan. Karena tujuannya jelas, untuk mobil hasil karya anak bangsa,” beber Ayong Jeo, Ketua Umum GATOMI.

Sejurus dengan itu, Ayong juga mengisahkan suksesi industri otomotif Tiongkok yang juga banyak melibatkan industri-industri komponen lokal. Sehingga tercipta kemandirian serta daya saing. “Produk-produk lokal kita tak kalah berkualitas, dengan harga yang lebih rasional,” sambung Ayong.

Nah, komitmen IOI dan GATOMI ini akan dibahas lebih lanjut pada focus group discusion selanjutnya. (otomotifnet.com)