Mitsubishi i-MiEV Lebih Irit 50% Dari LCGC, Jarak 39 Km, Keluar Biaya Kurang Dari Rp 10 Ribu

Irsyaad Wijaya - Kamis, 3 Oktober 2019 | 10:30 WIB

Mitsubishi i-MiEV saat finish (Irsyaad Wijaya - )

Otomotifnet.com - Mitsubishi i-MiEV mengikuti uji perbandingan konsumsi listrik dengan jarak sekitar 39 kilometer beberapa waktu lalu.

Terselenggara berdasarkan inisiasi dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dengan melakukan konvoi bersama sejumlah kendaraan listrik lain.

Konvoi dilakukan dengan jarak tempuh hampir 39 km dari Gedung BPPT di Thamrin menuju fasilitas BPPT di Komplek Puspiptek, Tangerang, (5/12/18).

Pengujian tersebut diungkapkan oleh Barman Tambunan, Direktur Pusat Teknologi Permesinan BPPT saat workshop dampak kendaraan listrik di Mercure Hotel Gatot Subroto, Jakarta Selatan.

Dengan jarak 39 km, Mitsubishi i-MiEV memiliki konsumsi energi sebesar 5 kWh.

(Baca Juga: Mitsubishi Jual 'Charger' Mobil Listrik Buat Di Rumah, Pakai Sinar Matahari)

"Berdasarkan data saat itu, dengan biaya listrik Rp 1.450,- per kWh dikalikan 5 kWh berarti hanya Rp 7.250,- biaya yang harus dikeluarkan untuk menempuh jarak segitu," ujar Barman, (2/10/19).

Jika dibandingkan dengan mobil low cost green car (LCGC) bermesin konvensional, lanjutnya, konsumsi 1 liter BBM-nya bisa menempuh sejauh jarak 20 km.

Dengan harga BBM premium yang saat itu senilai Rp 7.800,- per liter, berarti biaya yang dikeluarkan untuk menempuh jarak 39 km adalah (39 km / 20 km) x Rp 7.800,- = Rp 15,210.

"Terlihat bahwa biaya konsumsi Mitsubishi i-MiEV bisa irit sampai hampir 50 persen daripada LCGC," jelas Barman.

HANDOUT
Mitsubishi i-MiEV di acara peresmian fasilitas pengisian daya (charging station) mobil listrik di Ge