Bahaya Mengintai Mobil Matik Saat Telat Ganti Oli, Cek Faktanya

Konten Grid - Kamis, 15 Januari 2026 | 19:00 WIB

Dampak sering telat hanti oli transmisi mobil matik (Konten Grid - )

Otomotifnet.com - Merawat mobil matik memerlukan ketelitian ekstra, terutama dalam hal oli transmisi.

Banyak pemilik mobil, khususnya pembeli mobil bekas, seringkali mengabaikan jadwal penggantian pelumas ini.

Padahal, transmisi otomatis sangat bergantung pada kualitas oli untuk bekerja secara optimal.

Oli transmisi bukan sekadar pelumas, melainkan "nyawa" dari sistem gearbox.

Proses perpindahan gigi pada mobil matik bekerja sepenuhnya menggunakan tekanan hidrolik dari oli.

Seiring pemakaian, senyawa kimia dalam oli akan mengalami degradasi yang menyebabkan daya lubrikasinya menurun drastis.

Kondisi ini memicu gesekan berlebih antar-komponen internal.

Baca Juga: Ini Akibatnya Pakai Oli Gardan Mobil Tidak Sesuai Spesifikasi, Cek Faktanya

Baca Juga: Jangan Salah Pilih Spesifikasi Oli Transmisi Otomatis Konvensional, Cek Faktanya

Baca Juga: Ini Perbedaan Spesifikasi Oli Mesin Diesel dengan Mesin Bensin

Baca Juga: Makin Tahu, Mobil Sering Macet-macetan Ganti Oli Mesin di Kilometer Segini

Partikel logam atau serpihan kotoran hasil gesekan tersebut kemudian menumpuk dan membentuk endapan lumpur (sludge).

Endapan inilah yang menyumbat jalur tekanan oli dan menyebabkan gejala transmisi "nyangkut" atau tertahan saat berpindah gigi.

Panduan Jadwal Ganti Oli yang Tepat

Untuk menghindari kerusakan gearbox yang berbiaya mahal, sangat disarankan untuk melakukan penggantian oli secara rutin.

Kondisi Berat (Macet/Stop & Go)

Ganti oli setiap 25.000 hingga 30.000 km.

Suhu panas akibat kemacetan membuat kualitas oli lebih cepat menurun.

Kondisi Ideal (Jalan Lancar/Luar Kota)

Penggantian bisa dilakukan setiap 50.000 hingga 60.000 km.