Kenapa Jangan Asal Gonta-ganti Merek BBM, Ahli Konversi Energi Bilang Begini

Opti Masigri - Minggu, 25 Januari 2026 | 11:28 WIB

Para pemilik kendaraan bermotor diimbau jangan sering menggonta-ganti merek BBM, ini alasannya. (foto ilustrasi)

Otomotifnet.com - Ngeri akibatnya, pemilik kendaraan diimbau jangan asal gonta-ganti merek BBM, ahli konversi energi bilang begini.

Selain Pertamina, penyedia Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia cukup beragam.

Beberapa produsen swasta menawarkan produk BBM-nya untuk masyarakat Tanah Air, sebut saja Shell, BP-AKR, Mobil1, hingga Vivo.

Karena beragamnya pilihan tersebut, ada beberapa pemilik kendaraan bermotor yang suka menggonta-ganti merek BBM.

Alasannya pun beragan, mulai dari ketersedian SPBU terdekat atau hanya sekadar mengetes kualitas bahan bakar.

Pemilik kendaraan boleh-boleh saja melakukan hal tersebut, namun perlu dicatat kalau suka menggonta-ganti merek BBM ternyata punya efek buruk.

Hal ini diungkapkan Ahli Konversi Energi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Tri Yuswidjajanto.

Prof Tri sapaan akrabnya mengatakan, memang mengisi bensin berbeda mereka punya sensasi tersendiri.

Hal tersebut tentunya memang disebabkan sejumlah faktor.

"Penggolongan Research Octane Number (RON) itu umumnya sama dari setiap produsen."

"Misalnya BBM RON 92 di Pertamina ada Pertamax dan Shell ada Super, tapi detail RON-nya bisa berbeda, ada yang pas 92 dan bisa ada yang 92,5," kata Prof Tri dikutip dari Gridoto.

"Ini yang menyebabkan efek pemakaian di kendaraan juga berbeda," sambungnya.

Ia juga menjelaskan terdapat zat tertentu yang akan memengaruhi efek penggunaan bensin yang beragam.

"Zat aditif pada BBM ada yang untuk mengatur RON seperti octane booster, serta ada yang berfungsi menjaga performa mesin seperti deterjen," terangnya.

"Lalu ada juga yang berfungsi untuk memelihara katup hisap seperti karburator dan injector agar tidak menghasilkan deposit yang banyak," kata Prof Tri.

"Nah zat aditif yang digunakan berbagai produsen ini berbeda-beda."

"Makanya kalau kendaraan biasa isi BBM Pertamina lalu mencoba Shell atau produsen lain, rasanya juga akan berbeda," lanjutnya.

Selain itu Prof Tri menilai, efek pencampuran BBM beda merek ini bergantung pada kemampuan kendaraan.

"Orang itu jarang mengisi BBM sampai tangkinya habis dan kosong. Sehingga kalau BBM dari beda merek ini tercampur, jika mesinnya mampu menerima tidak masalah."

"Tapi jika tidak mampu, justru malah menghasilkan kotoran yang banyak," jelasnya.

Tri mengungkapkan, efek pencampuran BBM beda merek ini justru tidak terlalu baik bagi performa kendaraan.

"Jika masing-masing BBM beda produsen ini tak bisa bersinergi di ruang bakar, akan membuat performa mesin kendaraan menurun," sebutnya.

Karena itu Tri menyarankan, jangan terlalu sering mengisi BBM dengan merek yang berbeda.

"Saran saya sebaiknya jangan sering mencampur atau mengkonsumsi BBM dari merek yang berbeda," saran Prof Tri.

"Misalnya kalau sering pakai Pertamina atau produsen lain, ya konsisten pakai itu saja terus," tutupnya.

 Baca Juga: Pertalite Dicampur deengan Cairan Aditif Untuk Dongkrak Nilai Oktan, Ini Kata Ahli

 Baca Juga: Mobil Matic Terjang Banjir, Potensi Masalah yang Bisa Terjadi Menurut Ahli

YANG LAINNYA