Otomotifnet.com - Sempat beredar, soal air mineral kemasan botol yang berbahaya saat tertinggal dalam mobil.
Hal ini karena saat cuaca di luar cerah, suhu di dalam mobil bisa mencapai lebih dari 37 derajat Celsius.
Botol plastik hangat yang ditinggal dalam mobil bisa meracuni air minum tersebut.
Konsumsi air minum yang sudah bercampur kimia dari plastik dalam jangka lama akan merusak organ hati.
Namun hal ini sempat dibantah, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM RI) memberikan klarifikasi terkait isu tersebut.
Baca Juga: AC Mobil Nyala Tapi Kabin Mobil Masih Panas? Ternyata Ini Penyebabnya
Baca Juga: Bodi Mobil Penuh Lumpur Bekas Banjir? Ini 4 Cara Mudah Membersihkannya
Baca Juga: Mobil Matic Terjang Banjir, Potensi Masalah yang Bisa Terjadi Menurut Ahli
Baca Juga: 4 Tips Efektif Hilangkan Noda Aspal Pada Bodi Mobil, Lakukan Ini
Dalam situsnya, ada 5 poin yang wajib diketahui oleh masyarakat luas, seperti ditulis berikut ini:
1. Isu mengenai "Air Kemasan Yang Ditinggal Di Dalam Mobil Anda Sangat Berbahaya" adalah TIDAK BENAR.
2. Dioxin tidak dapat dihasilkan dari kemasan plastik yang terpapar panas di dalam mobil atau plastik yang dibekukan.
3. Setiap jenis kemasan pangan baik berupa plastik, kertas ataupun lainnya berpotensi untuk melepaskan komponen penyusunnya ke dalam pangan yang dikemas. Perpindahan tersebut dapat meningkat dengan adanya suhu tinggi dan waktu kontak yang lama. Proses produksi yang baik dilakukan oleh industri untuk menjamin komponen penyusun yang terlepas sesuai dengan persyaratan dan tidak menimbulkan risiko bagi kesehatan.
4. BPOM RI melakukan pengawasan dan kajian terhadap beberapa jenis kemasan plastik, hasilnya menunjukan bahwa tingkat paparan masyarakat indonesia masih dalam taraf aman.
5. Terkait dengan penggunaan plastik di dalam microwave, tidak semua jenis plastik dapat digunakan di dalam microwave. Karena itu bacalah petunjuk pemakaian yang dicantumkan oleh produsen." Tak hanya itu, BPOM RI juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dan tidak menyebarluaskan berita atau isu terkait makanan dan kemasan pangan yang tidak terbukti kebenarannya.