Otomotifnet.com - Berkendara di belakang kendaraan berat seperti truk atau bus sering kali memicu kecemasan, terutama saat melintasi medan tanjakan.
Kecepatan mereka yang rendah menyimpan risiko fatal, kendaraan besar bisa kehilangan momentum, berhenti mendadak, atau bahkan merosot mundur tanpa peringatan.
Pakar otomotif, Andry Berlianto, menekankan bahwa keselamatan di area ini bukan sekadar soal jarak, melainkan soal visibilitas dan ruang manuver.
Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan agar Anda tetap aman:
1. Perhatikan Spion
Langkah pertama yang krusial adalah memastikan posisi Anda masuk dalam radar pengemudi truk.
"Pastikan posisi kendaraan Anda terpantau. Caranya, Anda harus bisa melihat wajah pengemudi truk melalui kaca spion mereka," ungkap Andry.
Jika Anda tidak bisa melihat spion truk tersebut, berarti Anda berada di zona Blind Spot (titik buta) yang sangat berbahaya.
2. Perhatikan Ban Belakang
Andry membagikan trik visual sederhana namun vital.
Pastikan Anda bisa melihat ban belakang truk secara utuh dari balik kemudi Anda.
Mengapa hal ini penting?
-
Deteksi Dini Bahaya: Anda bisa lebih cepat merespons jika truk mulai merosot atau mengalami pecah ban.
-
Radius Putar Aman: Jarak ini memberikan Anda ruang gerak yang cukup jika sewaktu-waktu harus membanting setir untuk menghindar tanpa terjepit oleh badan truk.
Baca Juga: Catat, 3 Hal Yang Harus Diwaspadai Saat Berkendara di Hujan Deras
Baca Juga: Awas, 4 Bahaya Ini Mengintai Saat Berkendara Dikala Hujan, Simak
Baca Juga: Jangan Matikan AC Mobil Saat Berkendara di Tengah Hujan, Ini Akibatnya
Baca Juga: Part Ini Yang Patut Diwaspadai Saat Berkendara Di Musim Hujan
3. Kesiapan Mekanis dan Kewaspadaan Mental
Dalam kondisi darurat, setiap detik sangat berharga.
Andry menegaskan pentingnya posisi kaki yang selalu standby pada fitur pengereman.
Pastikan sistem rem kendaraan Anda dalam kondisi prima untuk menghadapi skenario terburuk.
4. Penguasaan Medan dan Navigasi Pintar
Selain teknik fisik, penguasaan rute adalah kunci keamanan jangka panjang.
Gunakan teknologi seperti GPS untuk memantau arus lalu lintas secara real-time.
"Pantau apakah rute tersebut sedang tersendat atau ada kendala lain yang bisa membuat kendaraan besar kesulitan bermanuver," tutup Andry.
Saat berada di tanjakan, berikan jarak ekstra dua kali lipat dari biasanya.
Jarak ini adalah "asuransi" nyawa Anda jika kendaraan di depan mengalami kegagalan fungsi mesin atau rem.