Jangan Asal Matikan Mesin Mobil Turbo, Lakukan Ini Saat Matikan Mesin

Konten Grid - Jumat, 13 Maret 2026 | 10:23 WIB

Tips mematikan mesin mobil turbo

Otomotifnet.com - Buat yang baru beli mobil bekas dengan mesin turbo, perlu menyesuaikan dalam pemakaian dan perawatannya.

Menurut Son Ashari, Service Manager bengkel resmi Astrido Toyota Pondok Indah, Jakarta Selatan, mematikan mesin turbo mobil bekas tidak bisa asal dilakukan.

Yang pertama adalah, kebiasaan menggeber mesin sebelum mesin mobil dimatikan.

"Di mesin turbo, hal itu sama sekali tidak boleh dilakukan," wanti Son.

Baca Juga: Hindari pakai Bensin RON 90 Bagi Mobil Bermesin Turbo, Ini Alasannya 

Rizky Apryandi
Ilustrasi geber mesin mobil

Menurut Son, sistem kerja mesin turbo menggunakan jalur pelumasan pada komponen turbo yang terambil dari oli mesin.

Ketika mesin mobil digeber, spooling dari putaran kompresor turbo sangat tinggi mencapai puluhan ribu rpm.

"Putaran kompresor perlu pelumasan dari oli mesin ketika sedang bekerja," sebutnya.

"Kalau sehabis digeber langsung dimatikan, ada jeda dimana turbin kompresor turbo masih berputar tapi tekanan sirkulasi oli mesin sudah tidak ada," ungkapnya. 

Hal tersebut dapat berdampak pada gesekan tinggi di komponen turbo yang bisa berisiko jebol.

Yang kedua, setelah mesin mobil bekerja, sebaiknya jangan langsung dimatikan.

Baca Juga: Perhatikan Oli Mesin Bagi Mobil Bermesin Turbo, Ini Penjelasannya 

Son menyarankan untuk mendiamkan idle sekitar 30 hingga 60 detik sebelum mesin turbo dimatikan.

"Ini merupakan waktu untuk turbin kompresor turbo berputar normal dan memasuki proses cooling down dulu," ujar Son.

"Jika langsung dimatikan, turbo masih panas tapi tidak ada peredaman temperatur dari sirkulasi oli mesin yang membuat komponen turbo mengalami fatigue," terangnya.

YANG LAINNYA