Otomotifnet.com - Majalah anak legendaris di Indonesia kembali menghadirkan sesuatu yang berbeda. Kali ini, bukan sekadar cerita biasa, melainkan sebuah kisah yang menggali lebih dalam tentang asal-usul karakter ikoniknya melalui “Bobo The Origin”.
Bagi banyak orang, Bobo bukan hanya tokoh fiksi. Ia adalah bagian dari masa kecil—teman membaca, berimajinasi, sekaligus belajar sejak puluhan tahun lalu.
Sejak pertama kali terbit pada 14 April 1973, majalah ini memang dikenal sebagai sahabat anak-anak Indonesia dengan konsep bermain sambil belajar.
Kini, lewat cerita spesial ini, pembaca diajak menelusuri sesuatu yang belum pernah diungkap sebelumnya.
Baca Juga: Majalah Bobo Hadirkan Kegiatan Unik untuk Meriahkan Hari Anak Nasional 2025
Bobo The Origin
Seperti yang kita tahu, dua halaman cergam Keluarga Bobo hanya muncul sekali seminggu di Majalah Bobo.
Cerita yang ada di cergam Keluarga Bobo biasanya sederhana. Sayangnya, di cergam ini tidak bisa memuat cerita keluarga Bobo secara keseluruhan.
Karena itulah, cerita asal-usul keluarga Bobo akan diterbitkan melalui komik graphic novel "Bobo the Origin".
Komik ini akan memberi cerita tentang Bobo dan keluarganya saat ia masih berusia 7 tahun (saat ini Bobo berusia 10 tahun).
Karena ingin memberikan cerita lengkap tentang Bobo, maka medium yang dipilih oleh redaksi Majalah Bobo adalah graphic novel.
Melalui graphic novel ini cerita akan lebih panjang, tapi tidak memberikan kesan "berat" seperti membaca novel.
Justru, kita akan merasakan keseruannya karena bisa sambil melihat ilustrasi keren karya komikus Marvel, yaitu Kak Ario Anindito.
Ilustrasi oleh Kak Ario Anindito
Yap, untuk menggambar ilustrasi pada komik graphic novel ini, Majalah Bobo menjalin kerja sama dengan Kak Ario Anindito.
Beberapa komik yang sudah pernah dibuat oleh Kak Ario, seperti Wolverines dan Star Wars.
O iya, Kak Ario adalah salah satu teman Bobo, lo. Ia merasa senang sekali bisa terlibat dalam pembuatan "Bobo the Origin".
Kak Ario juga mengatakan kalau Majalah Bobo yang menemaninya berlatih menggambar dan berimajinasi.
Bahkan, menurut Kak Ario Majalah Bobo juga merupakan salah satu pengaruh terbesar ia bisa menjadi seorang komikus.
Di “Bobo the Origin” ini, Kak Ario membuat konsep karakter dan gambaran dunia Medius dari nol.
Kak Ario berusaha menerjemahkan naskah komik ini menjadi sebuah karya visual yang bisa dinikmati oleh pembaca setia Bobo.
Cerita oleh Kak David dan Kak Vanda
"Bobo the Origin" ditulis oleh Kak David Togatorop dan Kak Vanda Parengkuan.
Kak David merupakan Pemimpin Redaksi Majalah Bobo, sedangkan Kak Vanda adalah penulis cerita anak.
Penasaran dengan ceritanya?
Bobo, si kelinci biru, tiba-tiba terseret ke Kota Medius yang merupakan sebuah dunia rahasia.
Dalam petualangannya di dunia itu, Bobo menemukan mengetahui bahwa dirinya punya sebuah misi besar.
Petulangan seru dan fantastis ini akan memberi tahu kita siapa Bobo yang sebenarnya dan asal-usulnya.
Nuansa Baru, Tetap Mengusung Nilai Lama
Meski menghadirkan konsep baru, “Bobo The Origin” tetap mempertahankan ciri khas Majalah Bobo: ringan, imajinatif, dan penuh makna.
Cerita ini tetap membawa nilai persahabatan, keberanian, dan rasa ingin tahu—unsur yang sejak dulu menjadi kekuatan utama majalah ini.
Perbedaannya terletak pada pendekatan cerita yang lebih kompleks dan berlapis. Tidak hanya cocok untuk anak-anak, tetapi juga menarik bagi pembaca lama yang ingin bernostalgia.
Siapa yang sudah tak sabar menanti perilisan "Bobo the Origin?"