Kebiasaan Isi Radiator dengan Air Biasa Ancam Mesin Mobil: Terjadi Kerusakan Karat Parah dan Risiko Overheat

Leman57 - Jumat, 28 Agustus 2026 | 13:36 WIB

Ilustrasi tambah air radiator mobil bekas

Ototmotifnet.com — Kebiasaan mengabaikan jenis cairan pendingin (coolant) pada kendaraan bermotor kembali menjadi perhatian praktisi otomotif.

Penggunaan air biasa atau air keran sebagai pengganti radiator coolant terbukti secara teknis memicu korosi parah pada saluran radiator hingga mengikis bagian dalam blok mesin.

Berdasarkan hasil pembongkaran komponen sistem pendingin yang diuji oleh teknisi otomotif terlihat pada video yang di bagaikan bengkel ABS diesel Jl. Gempol Raya No.56, RT.003/RW.002, Kunciran, Kec. Pinang, Kota Tangerang, Banten, terdapat perbedaan fisik yang sangat mencolok antara kendaraan yang rutin menggunakan air biasa dengan kendaraan yang mengaplikasikan radiator coolant standar pabrikan.

Temuan Fisik: Penumpukan Karat vs Saluran Bening

Dalam pemeriksaan teknis terhadap dua sampel komponen radiator

Kendaraan Pengguna Air Biasa
Seluruh permukaan saluran kisi-kisi radiator mengalami pengendapan kerak berwarna kuning kecokelatan. Karat tebal tampak menempel ketat pada dinding pipa pendingin, yang memicu penyumbatan jalur sirkulasi air dari dan menuju mesin. Kondisi ini juga berdampak langsung pada water jacket (jalur air di blok mesin) yang ikut mengelupas dan berkarat.

Kendaraan Pengguna Radiator Coolant
Komponen radiator dan saluran sirkulasi tampak bersih, bening, serta bebas dari residu korosi. Material logam aluminium maupun besi pada blok mesin terlindungi secara optimal tanpa ada gejala pengikisan.

Dampak Teknis dan Kerugian Pemilik Kendaraan

Pakar teknikal otomotif menjelaskan bahwa air biasa mengandung mineral terlarut yang mudah bereaksi dengan suhu tinggi mesin, menghasilkan oksidasi logam (karat).

Apabila dibiarkan dalam jangka panjang, dampak yang ditimbulkan meliputi:

Sumbatan Jalur Pendingin, Kerak karat menutup pipa-pipa kecil radiator sehingga proses pelepasan panas terganggu total.

Overheat Mesin, Suhu kerja mesin melonjak drastis saat kendaraan beroperasi, yang berpotensi memicu kepala silinder (cylinder head) melengkung.

Biaya Perbaikan Membengkak, Pemilik kendaraan terancam mengeluarkan biaya besar untuk pengurasan (flushing), penggantian sarang radiator, hingga prosedur overhaul (turun mesin).

Apa yang harus di lakukan

Para teknisi mengimbau para pemilik kendaraan untuk segera menghentikan penggunaan air biasa pada sistem pendingin. Untuk kendaraan yang terlanjur diisi air biasa, disarankan untuk melakukan pengurasan total (flushing) di bengkel terdekat guna membersihkan sisa mineral dan endapan karat sebelum menggantinya dengan cairan radiator coolant berkualitas.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by abs diesel (@absdiesel.indonesia)

YANG LAINNYA