Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Honda Supra X 125, Setingan Semi Rolling Speed

billy - Selasa, 26 Maret 2013 | 16:08 WIB
No caption
No credit
No caption

No caption
No credit
No caption

Diaz Kumoro Jati (DKJ), kini membela tim Honda Banten NHK Nissin FDR (HBNNF). Terjunnya, bukan lagi di MotoPrix, tetapi di IndoPrix. Jelas, karakter sirkuit yang dipakai bertolak belakang dengan gaya balap DKJ yang terbiasa stop and go! Untuk itu, Honda Supra X 125 yang dipacunya, dibikin semi rolling speed. Nah lho!

Maksudnya semi rolling speed, karena Diaz alias DKJ kudu membiasakan diri buat tarung di sirkuit permanen dengan karakter rolling speed. Maka itu, seting power engine difokuskan untuk bermain di putaran tengah-atas. Rasio kompresi mesin dibuat 12,3 : 1 dengan bahan bakar Pertamax Plus.

Kompresi yang tergolong rendah bagi motor balap ini, didukung dengan pemakaian durasi kem 274° (in) dan 279° (ex). Lobe Separation Angle (LSA) yang dipatok, bermain di angka 103 derajat.

Jika dilihat dari angka LSA, karakter mesin cenderung bermain rata. Power bawah dan atas, siap digunakan kapan saja. Artinya, tidak memanjakan torsi atau juga memanjakan power atas. Berbeda dengan LSA sempit yang tergolong memanjakan torsi atau LSA luas yang justru cocok buat main putaran atas.


Begitunya klep mengaplikasi milik Honda Sonic dengan diameter payung klep 28 mm (in) dan 23 mm (ex). Untuk diameter klep buang, memang dikecilkan 1 mm dari angka standar yang 24 mm. “Agar power bawah sedikit lebih bagus,” ungkap Monte, tunner tim HBNNF.

Tetapi meski payung klep dibikin jadi lebih kecil, lift klep yang diusung justru lebih tinggi ketimbang klep isap. Jika klep in bermain di 8,9 mm, maka klep ex dipatok di 9,6 mm. Kedua klep, ditopang per klep Yoshimura agar aman bermain di rpm tinggi tanpa takut patah atau floating.

Agar tenaga tetap sempurna, silinder blok usung bahan ceramic alias keramik. Jadi, piston merek FIM Piston diameter 53,4 mm memiliki daya gesek lebih minim ketimbang pakai silinder blok biasa.

“Karena gaya gesek yang minim, suhu mesin cenderung adem. Paling, suhu mesin bermain di 140°. Beda ketika pakai blok biasa, suhu bisa lebih dari 160°,” ungkap Monte lagi. (motorplus-online.com)

DATA MODIFIKASI
Ban: IRC 90/80-17
Pelek: Excel Takasago
Master rem: Nissin
Sok belakang: Showa
CDI: BRT I-max Super Pro
 

Editor : billy

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa