Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Handling Motor Sport Full Fairing Vs Street Fighter, Ini Bedanya!

Dimas Pradopo - Jumat, 27 Juni 2014 | 08:19 WIB
Handling Motor Sport Full Fairing Vs Street Fighter, Ini Bedanya!
OTO-Salim
Handling Motor Sport Full Fairing Vs Street Fighter, Ini Bedanya!

Jakarta - Memberikan pilihan produk terhadap calon konsumen, memang trik marketing yang bagus. Sehingga, calon konsumen bisa memilih motor sport tunggangan yang sesuai selera.

Namun beda cerita, bila pilihan yang diberikan seperti Kawasaki Ninja RR Mono (full fairing) dan tipe Z250SL (street fighter). Dengan spesifikasi mesin, desain bagian belakang dan tangki yang sama, bisa bikin bingung calon konsumennya.

Apalagi bagi mereka yang doyan dengan performa mesin 1 silinder ke-2 produk tersebut. Grip gas dibuka, mau yang RR Mono atau Z250SL langsung ngacir brother.

Belum lagi soal harga jual, yang bedanya enggak terlalu jauh alias tipis-tipis saja. Produk yang keluar pertama RR Mono, banderolnya Rp 41,9 juta (std), Rp 47,9 juta (ABS) sedangkan yang nongol berikutnya (Z250SL), bisa ditebus dengan dana Rp 38,9 juta.

Nah lo, beneran jadi bingung kan? Eit... tenang, OTOMOTIF sudah jajal ke-2 produk tersebut dan memang ada perbedaan yang cukup mendasar. Terutama saat harus dipakai untuk menemani setiap hari menembus jalanan ibukota.

Memang bukan di seluruh jalanan ibukota, sih. Terhadap ke-2 produk tersebut pengetesan yang dilakukan OTOMOTIF dengan rute dari Jl. Panjang, Jakbar menuju kawasan Cinere, Depok. Jam-jam padat kendaraan seperti saat hendak berangkat dan pulang kantor, jadi waktu pengetesannya. Tapi, paling tidak resume ini bisa membantu brosis saat harus memilih satu di antara dua tipe jagoan PT KMI itu.

Handling Motor Sport Full Fairing Vs Street Fighter, Ini Bedanya!
OTO-Salim
Handling Motor Sport Full Fairing Vs Street Fighter, Ini Bedanya!

Kawasaki RR Mono
Kesan ramping langsung terlihat ketika rider yang bertinggi badan 180 cm, duduk di atas jok produk yang satu ini. Sebelum menyalakan mesin, terlebih dulu dicari riding position yang pas.

Dengan motor yang belum dijalankan, duduk pas di tengah-tengah jok RR Mono jadi riding position yang pas. Setelah menemukan gambaran riding position yang sesuai, mesin mulai dinyalakan dan RR Mono dijalankan.

Handling Motor Sport Full Fairing Vs Street Fighter, Ini Bedanya!
OTO-Salim
Handling Motor Sport Full Fairing Vs Street Fighter, Ini Bedanya!

Melaju dengan kecepatan 20 km/jam, rider kembali mencari riding position yang pas. “Dengan tinggi badan yang 180 cm, ternyata duduk di tengah-tengah jok RR Mono bukan satu-satunya riding position yang pas. Sedikit mundur dari posisi tengah, malah membuat rileks ke-2 tangan yang sedang memegang setang,” jelas si rider.

Mesti sabar dan ektra hati-hati melihat peluang. Maksudnya dengan bodi yang full fairing, penunggang RR Mono kudu punya kesabaran tinggi saat berkendara di ruas jalan yang sedang macet.

Hati-hati terhadap pengendara lain yang juga hendak bermanuver di antara kemacetan. Jangan sampai rebutan saat memanfaatkan celah dan berakibat RR Mono yang menanggung akibatnya.

Meski riding position-nya merunduk, tapi enggak bikin capek menunggangi RR Mono dengan kecepatan rendah di antara kepadatan lalul-lintas.

Handling Motor Sport Full Fairing Vs Street Fighter, Ini Bedanya!
OTO-Salim
Handling Motor Sport Full Fairing Vs Street Fighter, Ini Bedanya!

Kawasaki Z250SL

Okay sekarang, tipe street fighter-nya yang dijajal membelah kemacetan. Desain setangnya yang berbeda dengan RR Mono, membuat riding position di atas Z250SL lebih fleksibel.

Maksudnya, enggak perlu terlalu spesifik untuk mencari posisi duduk di jok yang pas. Mau ke depan, tengah maupun belakang tetap nyaman di atas motor street fighter ini.

Handling Motor Sport Full Fairing Vs Street Fighter, Ini Bedanya!
OTO-Salim
Handling Motor Sport Full Fairing Vs Street Fighter, Ini Bedanya!

Bagi pengendara yang agresif, cocoknya menunggangi Z250SL. Dengan tidak menggunakan fairing, tentunya lebih bisa leluasa bermanuver di antara kendaraan lain yang sedang menikmati kemacetan.

Tapi ada catatan tersendiri, saat menunggangi Z250SL. Desain setang lebarnya, bisa bikin pengendara agresif dalam handling.

Akan tetapi, itu juga bisa membuat pengendara lebih cepat merasakan pegal. Baik di tangan maupun pada bagian bahu dan itu terjadinya saat harus berkendara pelan di atara kemacetan (motor.otomotifnet.com) 

Editor : Dimas Pradopo

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa